Layanan Persidangan Online di PN Bangil Tak Diminati Pengacara

layanan eCourt di Pengadilan Negeri (PN) Bangil Kabupaten Pasuruan baru dimanfaatkan satu orang. Para pengacara yang akan mengajukan perkara

Layanan Persidangan Online di PN Bangil Tak Diminati Pengacara
(Surya/Galih Lintartika)
Ilustrasi sidang di PN Bangil dan Foto Ketua PN Bangil 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Layanan persidangan secara online (eCourt) yang memberikan kemudahan dan kecepatan di dalam era milenial ini ternyata tak banyak diminati di Pengadilan Negeri (PN) Pasuruan.

Pengacara yang mewakili masyarakat dalam menyelesaikan kasusnya, tampaknya masih enggan memanfaatkan layanan persidangan secara online (eCourt) ini. Itu terlihat dari data yang diterima Surya, berapa jumlah pengacara yang memanfaatkan eCourt di tahun ini.

Selama kurun waktu tahun 2019 ini, layanan eCourt di Pengadilan Negeri (PN) Bangil Kabupaten Pasuruan baru dimanfaatkan satu orang. Para pengacara yang akan mengajukan perkara lebih memilih pelayanan secara manual di PN Bangil.

Ketua PN Bangil, Akhmad Fazrinnoor Sosilo Dewantoro menyatakan, layanan online ini sebenarnya sangat membantu masyarakat dalam berperkara di lembaga peradilan.

Kata dia, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan. Selain hemat waktu dan biaya, sistem peradilan online tidak membutuhkan kehadiran para pihak yang berperkara pada tahap awal persidangan.

Launching Tiga Buku Biografi Untuk Diwakafkan, Prof Mohammad Nuh Tandai Usia 60 Tahun

Pendaftaran SBMPTN 2019 Terakhir Senin 24 Juni 2019, Segera Daftar di pendaftaran-sbmptn.ltmpt.ac.id

Pemerintah Pasuruan Berikan Bantuan Pestisida Untuk Hancurkan Serangan Ulat Bulu

“Para pihak tidak perlu hadir saat pembacaan gugatan, jawaban atas gugatan, replik dan duplik. Tahapan itu dilakukan secara online,” kata Akhmad Fazrinnoor Sosilo Dewantoro kepada Tribunjatim.com, Minggu (23/6/2019).

Menurutnya, model persidangan online sangat efisien dalam prosesnya. Para pihak cukup hadir saat proses mediasi sebelum persidangan berlangsung dan pada saat mendengar keterangan saksi-saksi.

“Kami akan terus mensosialisasikan layanan eCourt ini terutama pada masyarakat khususnya kalangan advokat. Karena sampai saat ini hanya satu orang saja yang memanfaatkan. Padahal, ini memudahkan,” katanya. (lih/Tribunjatim)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved