Kakak Beradik Ini Kompak Jualan Sabu, Berujung Tuntutan Penjara dari JPU Selama 10 Tahun

Kakak Beradik Ini Kompak Jualan Sabu, Berujung Tuntutan Penjara dari JPU Selama 10 Tahun.

Kakak Beradik Ini Kompak Jualan Sabu, Berujung Tuntutan Penjara dari JPU Selama 10 Tahun
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Terdakwa Kakak beradik Leo Maulana dan Suzan Anggar Kusuma saat keluar dari Ruang Sidang Sari I, Pengadilan Negeri Surabaya, Senin, (24/6/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Seorang kakak beradik Leo Maulana dam Suzan Anggar Kusuma dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakosa dengan hukuman penjara selama 10 tahun.

Mereka dinyatakan terbukti melanggar pasal 114 ayat (2) UU RI no. 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Jual Puluhan Paket Sabu-sabu, Perempuan Pemandu Lagu di Jombang dan Kekasihnya Diringkus Polisi

Pengedar Sabu Ini Jalani Akad Nikah di Masjid Polres Kediri Kota, Seusai Itu Kembali Masuk Tahanan

Nelayan di Malang Diciduk Polisi Akibat Konsumsi Sabu, Pelaku Akui Buat Tambah Stamina saat Melaut

Mereka menyimpan narkotika jenis sabu seberat 2,74 gram yang akan dijual kembali. "Menuntut penjara kepada kedua terdakwa selama 10 tahun," kata JPU Ali saat membacakan surat tuntutan dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin, (26/6/2019).

Mendengar tuntutan tersebut, majelis meminta terdakwa untuk membuat nota pembelaan atau pledoi dan menunda sidang hingga pekan depan.

"Ditunda satu minggu ya, untuk pembelaan," kata ketua majelis Maxi Sigarlaki.

Kedua terdakwa mengiyakan dengan menganggukkan kepala. Diketahui, kakak beradik ini ditangkap oleh petugas kepolisian Polrestabes Surabaya pada 20 Februari 2019 lalu di Jalan Kitahuru, Sidoarjo.

Saat penggeledahan terdakwa Leo mengaku sabu tersebut akan diberikan kepada adiknya Suzan untuk dijual kembali. Lalu, berdasarkan keterangan dari kakak nya maka Suzan ditangkap saat sedang berada di dalam rumahnya.

Selanjutnya saat dilakukan penggeledahan didapatkan barang bukti berupa satu paket Narkotika jenis sabu dengan berat 19,14 gram beserta bungkusnya, satu paket Narkotika jenis sabu dengan berat 1,58  beserta bungkusnya satu buah pipet kaca yang masih terdapat Narkotika jenis sabu dengan berat 2,89 gram beserta pipetnya.

Kemudian, satu timbangan elektronik yang semuanya disimpan di dalam kotak kardus merah berisi alat hisap sabu yang disimpan di dalam lemari sepatu milik Suzan, dengan tujuan agar narkotika jenis sabu milik Terdakwa I tidak diketahui oleh petugas Kepolisian karena narkotika jenis sabu tersebut rencananya oleh Terdakwa I akan dijual kepada para pembeli atau konsumennya.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved