Pagu Hanya Tersedia 288 Siswa, Pendaftar PPDB SMPN 1 Mojosari 2019 di Hari Pertama Capai 480 Orang

Kepala Sekolah SMPN 1 Mojosari, Didik Mujiantoro menjelaskan, pihak sekolah menyediakan pagu sebanyak 288 siswa yang dibagi menjadi 9 kelas.

Pagu Hanya Tersedia 288 Siswa, Pendaftar PPDB SMPN 1 Mojosari 2019 di Hari Pertama Capai 480 Orang
TRIBUNJATIM.COM/FEBRIANTO RAMADANI
Ratusan pendaftar di SMPN 1 Mojosari mengantre untuk diverifikasi PPDB 2019, Senin (24/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Kepala Sekolah SMPN 1 Mojosari, Didik Mujiantoro menjelaskan, pihak sekolah menyediakan pagu sebanyak 288 siswa yang dibagi menjadi 9 kelas.

Masing-masing kelas menampung siswa sebanyak 32.

"Kami menyediakan pagu sebanyak 288 yang dibagi menjadi 9 kelas. Setiap kelas masing masing menampung siswa sebanyak 32 siswa," ujar Didik kepada TribunJatim.com, Senin pagi (24/6/2019).

Pria Asal Pasuruan Nekat Curi Uang di Toko Jamu di Mojokerto, Aksi Pelaku Kepergok Sang Pemilik Toko

Perempuan dari Mojokerto Ini Selip Saat Mau Salip Truk Gandeng dari Kiri, Tewas Terlindas Roda Truk

Didik menambahkan, pihak sekolah SMPN 1 Mojosari mengikuti peraturan surat edaran terbaru dari Kementerian Pendidikan dan Budaya yang semula.

Yang mana tercatat jalur pendaftaran zonasi diberi kuota sebanyak 90 persen, sekarang menjadi 80 persen.

Jalur prestasi yang semula 5 persen menjadi 15 persen dan jalur perpindahan orang tua menjadi 5 persen.

Didik juga menambahkan, pembukaan proses verifikasi yang baru dibuka pada (24/6/2019) telah mencapai 480 siswa.

"Untuk yang mendaftar sampai pukul 10.00 WIB pada hari pertama, kurang lebih mencapai 480, sekarang sedang dilakukan verifikasi dan pemberkasan yang kemudian dicetak kartu pendaftaran PPDB," Kata Didik.

PPDB SMPN 1 Mojosari, Rangking dan Peringkat Pendaftar Dilakukan Secara Berjenjang dan Terupdate

Puluhan Mahasiswa PMII Surabaya Ngluruk ke Dindik Jatim, Tolak Sistem Zonasi PPDB di Permendikbud 51

Para pendaftar yang mengikuti proses verifikasi merupakan gabungan dari jalur zonasi, jalur prestasi, jalur siswa tidak mampu dan jalur perpindahan orang tua.

"Untuk jalur siswa tidak mampu, para pendaftar harus menggunakan kartu Indonesia pintar, atau Kartu PKH (Program Keluarga Harapan), maupun KKS (Kartu Keluarga Sejahtera). Kami tidak menerima Surat Keterangan Tidak Mampu dari desa ," pungkasnya.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved