PAN Buka Peluang Adopsi Koalisi Pilpres di Pilwali Surabaya, Acuan Arah Pilkada

Partai Amanat Nasional (PAN) membuka kemungkinan mengadopsi koalisi di pemilihan presiden kedalam pemilihan Walikota Surabaya pada 2020 mendatang.

PAN Buka Peluang Adopsi Koalisi Pilpres di Pilwali Surabaya, Acuan Arah Pilkada
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA
Kantor DPW PAN Jatim 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Partai Amanat Nasional (PAN) membuka kemungkinan mengadopsi koalisi di pemilihan presiden kedalam pemilihan Walikota Surabaya pada 2020 mendatang.

Komposisi empat partai pengusung Prabowo-Sandi dinilai lebih dari cukup untuk nantinya mengusung pasangan calon di Kota Pahlawan.

Berdasarkan penjelasan Direktur Media Center Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN), Dhimam Abror, partainya menjadikan hasil pemilu 2019 sebagai acuan menentukan arah di pilkada.

"Saya baru mengikuti perkembangan di media. Sebenarnya, saya juga belum tahu persis arah DPW (Dewan Pimpinan Wilayah PAN Jatim). Prinsipnya, kami menjadikan perolehan pemilu legislatif sebagai salah satu acuan dalam menetapkan arah politik," kata Abror kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Senin (24/6/2019).

Sejauh ini, PAN memilih untuk memantabkan arah koalisi dibandingkan memilih calon kandidat. Perolehan PAN di pemilu 2019 yang menurun dibanding 2014 silam membuat partai berlambang matahari bersinar ini bersikap hati-hati.

"Di Surabaya, PAN pada 2019 mengalami penurunan dari lima menjadi tiga kursi. Sehingga, kami memilih untuk berkoalisi. Koalisi dengan siapa? Di antaranya bisa mengusung koalisi abadi (di pilpres)," katanya kepada Tribunjatim.com.

Di Pilpres, PAN berkoalisi dengan Partai Gerindra, PKS, dan Partai Demokrat. Apabila hal ini terealisasi di Surabaya, kursi keempat partai tersebut juga telah memenuhi persyaratan pencalonan pasangan (minimal 20 persen/10 kursi DPRD Surabaya).

Siswa SMP ini Tewas Tenggelam di Sungai Krecek Pantai Sine Tulungagung, Awalnya cari Ikan Kecil

Diduga Ada Korupsi Proyek Revitalisasi Pasar, Jaksa Segel Proyek Pasar Manggisan Tanggul Jember

Bambang Haryo Siap Maju di Pilwali Surabaya 2020, Sebut Tinggal Tunggu Restu Prabowo Subianto

Berdasarkan hasil pemilu 2019, PAN mendapat tiga kursi, kemudian Gerindra dengan PKS yang masing-masing mendapatkan lima kursi dan Demokrat yang meloloskan empat kursi. Praktis, jumlah kursi keempat partai mencapai 17 kursi.

Selain nostalgia dari pilpres, PAN juga memiliki pengalaman kebersamaan dengan Partai Demokrat di Pilwali Surabaya 2015 silam. Kedua partai saat itu mengusung pasangan calon Rasiyo dan Lucy Kurniasari dengan berstatus sebagai penantang.

Sayangnya, pasangan Rasiyo dan Lucy kalah dari petahana yang memimpin Surabaya hingga saat ini, Tri Rismaharini Dan Wisnu Sakti Buana. Saat itu, berdasarkan hasil rekapitulasi, pasangan Rasiyo - Lucy mendapat 13,66 persen.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved