Pasutri Asal Lamongan ini Tawarkan Jasa Seks Menyimpang, Tarifnya Rp 3 Juta Sekali Kencan

Satreskrim Polres Malang menangkap Fd S warga Sumberejo, Kabupaten Lamongan, di sebuah hotel di Kabupaten Malang, Rabu (19/6/2019).

Pasutri Asal Lamongan ini Tawarkan Jasa Seks Menyimpang, Tarifnya Rp 3 Juta Sekali Kencan
(surya/Erwin Wicaksono)
Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung (kiri baju polisi) ketika menanyai tersangka (tengah) di samping Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda, Senin (24/6/2019). 

 TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Satreskrim Polres Malang menangkap Fd S warga Sumberejo, Kabupaten Lamongan, di sebuah hotel di Kabupaten Malang, Rabu (19/6/2019).

Pria berusia 25 tahun itu ditangkap lantaran menjajakan istrinya kepada pelangggan untuk berbuat perilaku seks menyimpang threesome.

"Berawal dari laporan masyarakat. Ada pasutri yang menawarkan layanan seksual threesome di hotel. Atas dasar informasi tersebut kami lakukan penyelidikan dan penangkapan," terang Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung ketika dikonfirmasi, Senin (24/6/2019).

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung menambahkan, dalam melancarkan aksi menyimpangnya, tersangka memamfaatkan jejaring media sosial Facebook. Di media sosial itulah tersangka menggaet para pelanggan untuk dapat menikmati istrinya.

Begitu sepakat, tersangka dan istri langsung mendatangi hotel yang sudah disepakati untuk melakukan hubungan badan. Sekali kencan, tersangka mematok tarif Rp 3 juta.

Hendak Pergi ke Taman Merjosari, Arek Poncokusumo Ini Kepergok Selipkan Sabu-sabu di Celana

Suroboyo Bus Pasang Perangkat Buat Letakkan Sepeda Angin Penumpang, Gratis Tak Dipungut Biaya!

"Di dalam grup Facebook. Tersangka menawarkan sensasi berhubungan badan dengan pasangan suami istri. Harus transfer dulu. Kemudian mereka (pasutri) berhubungan seksual bersama dengan pelanggan. Pelanggan pula yang menentukan hotelnya," beber AKBP Yade Setiawan Ujung kepada Tribunjatim.com.

Ujung menerangkan tersangka dijerat dengan Pasal 2 Undang undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang dan Pasal 30 JO pasal 4 ayat 2 huruf D tahun 2008 tentang pornografi. Terkait status dari istri tersangka, Ujung menerangkan istri tersangka adalah saksi dalam kasus ini. Meski tersangka mengaku hanya melakukan hubungan badan menyimpang satu kali, polisi masih akan melakukan pengembangan.

"Ini merupakan fenomena sosial yang perlu kami soroti bersama untuk dilakukan penyelesaian," ujar Ujung.

Atas penangkapan pelaku, Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa dua Fincard kamar hotel nomer 518, satu buah BH warna hitam tali kuning dan celana dalam, satu buku rekening serta uang tunai sebesar Rp 1,5 juta.

Di sisi lain, Farid mengaku melakukan praktik menyimpang tersebut atas dorongan sang istri. Mirisnya, ketika berhubungan badan, Farid turut menyaksikan langsung istrinya berhubungan dengan pelanggan di depan matanya. Terkait motif utama dalam melakukan hubungan seksual menyimpang, Farid memilih bungkam. Ia lebih memilih tertunduk lesu ketika digelandang di Polres Malang.

"Sebenarnya ya cemburu. Tapi ya gimana lagi terpaksa," terang pria yang mengaku sebagai penjual es itu.

Alkisah, Farid masih mengingat betul pertama kali menjalin kasih dengan istrinya yang juga warga Lamongan itu. Menikah sejak tahun 2012, Farid dengan istrinya dikaruniai satu orang anak yang kini masih usia sekolah PAUD.

"Kalau ditanya cemburu pasti ada. Ibarat angka 1 sampai 10. Cemburu saya di angka 6," ujarnya tertunduk lesu. (ew/Tribunjatim)

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved