Pencuri Kayu di Blitar ini Terjun ke Sungai Hindari Sergapan Petugas, Satu Pencuri Tertangkap

Satu dari dua pencuri kayu berhasil meloloskan diri setelah kabur dengan meloncat ke sungai yang ada di tengah hutan di Kabupaten Blitar ,

Pencuri Kayu di  Blitar ini Terjun ke Sungai Hindari Sergapan Petugas, Satu Pencuri Tertangkap
SURYA/IMAM TAUFIQ
Marfai, pencuri kayu hutan, warga Dusun Sumberjimbi, Desa Pandan Arum, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar saat ditangkap polisi hutan, Rabu (26/9/2018). 

 TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Satu dari dua pencuri kayu berhasil meloloskan diri setelah kabur dengan meloncat ke sungai yang ada di tengah hutan di Kabupaten Blitar , Senin (24/6) dini hari.

Karena petugas tak berani mengejarnya, sehingga hanya berhasil menangkap seorang pelaku saja, yakni Hari Krisnanto (25), warga Desa Maron, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.

Sementara, satu pelaku yang lolos, dengan inisial Jr (26), tetangga Hati, sampai kini masih dicari. Namun, meski sudah dicari ke rumahnya, petugas belum menemukannya.

Dari kasus pencurian itu, petugas mengamankan kayu jati sebanyak 18 gelondong, dengan usia 19 tahun.

"Satu lolos, karena dia nekat. Meski berisikp, namun ia lari dengan menyeberangi sungai. Karena petugas tak tahu berapa kedalamannya sungai itu, sehingga tak berani mengejarnya," kata Sarman, wakil Adm Perhutani Blitar kepada Tribunjatim.com.

Menurut Sarman, pencurian kayu itu berhasil digagalkan setelah petugas mendapatkan informasi kalau di hutan jati seluas 318 hektare (Ha) itu sering terjadi pencurian. Terutama, pelaku beraksi pada malam hari, hingga dini hari.

Kejati Jatim Gagalkan Pencairan Deposito YKP Senilai RP 30,2 Miliar, Bermula Kecurigaan Pihak Bank

Pemandu Lagu di Jombang yang Ditangkap Edarkan Sabu-sabu Ternyata Anggota Jaringan Antarpulau

Pelaku Curanmor Dibekuk Polsek Sedati Sidoarjo, Polisi Ungkap Kronologi Pencurian Motor Korban

Karena itu, petugas langsung menyanggongnya setelah mendapatkan informasi itu. Tepat tengah malam, petugas sudah bersiaga di tepi hutan. Baru mendekati dini, petugas bergerak dengan masuk ke dalam hutan.

"Medan jalannya, sangat sulit karena bebatuan kapur. Namun, demi tugas, petugas tak menyerah," ungkapnya kepada Tribunjatim.com.

Di saat bergerak pelan-pelan, dengan mengendap-endap, petugas mendengar ada pohon roboh. Yakin, itu ulah pencuri, petugas akhirnya berpencar, untuk mengepung TKP. Sebab, selain medannya sulit, juga gelap.

"Di saat diawasi dari balik kegelapan, petugas melihat kalau pelakunya ada dua orang. Satu lagi menebang, dan satunya lagi mengangkat kayu ke atas boncengan sepeda motornya," paparnya kepada Tribunjatim.com.

Tepat pukul 03.00 WIB, petugas menyergapnya. Namun, di luar dugaan petugas, Jr, yang siap menghidupkan sepeda motor Honda Grand-nya, dengan tanpa nopol itu, langsung merobohkan sepeda motornya.

Begitu sepeda motornya yang dipakai mengangkut kayu itu dirobohkan, Jr langsung kabur.

Di saat dikejar petugas, ia langsung menjebur ke sungai.

"Dia menyeberangi sungai. Melihat petugas tak mengejarnya, dia naik ke daratan dan hiang ditelan kegelapan," paparnya.

Menurut Sarman, pencurian itu terjadi di petak 19 E, RPH Ngubalan, BKPH Rejotangan, KPH Blitar. Dugaannya, pelaku bukan sekali ini saja melakukan pencurian kayu jati di hutan Ngubalan. Malah informasinya, mereka sudah punya langganan mebel, yang bersedia membeli kayu curiannya.(fiq/Tribunjatim)

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved