Pengguna Sabu Ini Menikah di Masjid Polresta Sidoarjo, Seusai Nikah Harus Balik Tahanan Lagi

Pengguna Sabu Ini Menikah di Masjid Polresta Sidoarjo, Seusai Nikah Harus Balik Tahanan Lagi.

Pengguna Sabu Ini Menikah di Masjid Polresta Sidoarjo, Seusai Nikah Harus Balik Tahanan Lagi
SURYA/M TAUFIK
Suasana pernikahan seorang tahanan kasus narkoba di Masjid Polresta Sidoarjo, Senin (24/6/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Mendekam di dalam penjara tak membatalkan rencana pernikahan Ryan Dwi Agus Diantoro.

Pemuda 24 tahun asal Seruni, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo itu melangsungkan pernikahan di Polresta Sidoarjo, Senin (24/6/2019).

Dia menikahi kekasihnya, Fina Anjelina (18), warga Gedangan, Sidoarjo. Akad nikah digelar di Masjid Polresta Sidoarjo dengan dihadiri para keluarga dan disaksikan sejumlah petugas kepolisian.

Kalapas Lowokwaru Malang Akan Usut Penyebar Foto Aktivitas Napi di Facebook: Kami Nggak Bakal Mundur

Pengedar Sabu Ini Jalani Akad Nikah di Masjid Polres Kediri Kota, Seusai Itu Kembali Masuk Tahanan

Kendarai Motor di Sidoarjo, Pemuda Ini Tewas Seketika Setelah Diterjang Ban yang Lepas Dari As Truk

Saya terima nikahnya Fina Anjelina Binti Selamet Sampurno dengan mas kawin uang tunai Rp 100.000 dibayar tunai," ucap  Ryan Dwi Agus Diantoro saat akad nikah.

Pernikahan tersebut dipimpin Usman Mocktar pejabat KUA Kecamatan Gedangan. Meski berlangsung sederhana, mempelai dan keluarga terlihat sangat bahagia dengan momen sakral tersebut.

Selama proses pernikahan berlangsung, beberapa di antara mereka yang hadir terlihat menitikkan air mata. Suasana bahagia bercampur haru menyelimuti pernikahan ini.

Ryan Dwi Agus Diantoro diamankan petugas Sat Reskoba Polresta Sidoarjo pada bulan April lalu dalam kasus narkoba. Dia ditetapkan sebagai tersangka dengan barang bukti 1 gram sabu, dan ditahan di Polresta Sidoarjo.

Kasat Tahti Polresta Sidoarjo Iptu Darmadi mengatakan, pihaknya memfasilitasi dan memberi pelayanan bagi para tahanan. Termasuk tahanan yang melangsungkan pernikahan.

"Kami fasilitasi, karena menikah juga merupakan hak dari seorang tahanan. Namun tentunya, setelah pernikahan ini, tersangka harus kembali menghuni tahanan sampai perkaranya tuntas," kata dia.

Tidak hanya proses pernikahan, Darmadi menyebut, semua tahanan jub mempunyai hak-hak lain, seperti hak politik, hak keperdataan, dan sebagainya.

Hak politik contohnya, semua tahanan difasilitasi untuk bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pileg, Pilpres, atau Pilkada. 

Semua difasilitasi oleh pihak Polresta Sidoarjo.

"Nah, hak keperdataan itu salah satunya dengan melayani tahanan untuk melangsungkan pernikahan. Urusan lain seperti masalah keluarga atau perihal hak ahli waris juga biasa kita fasilitasi," imbuh dia

Penulis: M Taufik
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved