PPDB Sistem Zonasi, Wali Murid Siswa di Desa Tulungagung Sebut Justru Jauhkan Mereka dari Sekolah

Pemberlakuan zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) diharapkan bisa memicu pemerataan pendidikan.

PPDB Sistem Zonasi, Wali Murid Siswa di Desa Tulungagung Sebut Justru Jauhkan Mereka dari Sekolah
KOMPAS.COM/RONY ARIYANTO NUGROHO
Ilustrasi PPDB. 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Pemberlakuan zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) diharapkan bisa memicu pemerataan pendidikan.

Selain itu siswa diharapkan menempuh pendidikan di sekolah terdekat dari rumahnya.

Namun untuk beberapa desa, sistem zonasi justru menjauhkan mereka dari sekolah.

Ada sejumlah desa dengan jarak nanggung, atau sering disebut blank spot zonasi.

PPDB Gelombang Dua Tetap Tidak Diminati, Hanya Dua SMP di Tulungagung Yang Terpenuhi Pagunya

4 Program Keahlian di PPDB SMKN 13 Kota Malang Masih Kurang Siswa, Kondisi Lokasi Jadi Faktornya

Desa-desa ini jaraknya sangat jauh dari SMP Negeri manapun.

Sehingga saat bersaing dengan patokan jarak rumah ke sekolah, mereka pasti kalah dengan desa lainnya.

Seperti yang diungkapkan seorang wali murid, sebut saja Nanang, asal Desa Wajak Lor, Kecamatan Boyolangu.

“SMP paling dekat dari sini SMPN 2 Tulungagung sama SMPN 2 Sumbergempol. Tapi kali kalah dekat kalau bersaing dengan desa-desa lain,” ucap Anang.

Pilihan yang masuk akal baginya adalah menyekolahkan anaknya ke swasta.

Namun di Tulungagung tidak banyak pilihan sekolah swasta, apalagi yang biayanya murah.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved