Puluhan Bangunan Liar di Sumorame Candi Sidoarjo Dirobohkan Petugas, Mengganggu Saluran Air

Puluhan bangunan liar di Jalan Sumorame, Kecamatan Candi, Sidoarjo dibongkar oleh petugas gabungan Satpol PP, TNI dan Polisi, Senin (24/6/2019).

Puluhan Bangunan Liar di Sumorame Candi Sidoarjo Dirobohkan Petugas, Mengganggu Saluran Air
M Taufik/Surya
Petugas gabungan Satpol PP, TNI dan Polri saat menertibkan puluhan bangunan liar di Sumorame, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Senin (24/6/2019) 

 TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Puluhan bangunan liar di Jalan Sumorame, Kecamatan Candi, Sidoarjo dibongkar oleh petugas gabungan Satpol PP, TNI dan Polisi, Senin (24/6/2019).

Bangunan-bangunan itu sudah berdiri bertahun-tahun di sana. Namun karena melanggar ketentuan, menutup dan mengganggu saluran air, sehingga ditertibkan oleh petugas.

Mayoritas bangunan di sana biasa digunakan sebagai tempat berjualan. Seperti warkop dan warung. Ada juga yang difungsikan menjadi tempat usaha servis kendaraan bermotor.

Seluruh bangunan liar itu dibangun permanen. Beratap genting dan berdinding tembok. Bangunan sengaja diperkuat agar bisa digunakan sebagai tempat usaha.

Terhitung ada 33 bangunan yang dirobohkan dalam penertiban ini. Hanya dalam hitungan jam, bangunan sudah rata dengan tanah setelah alat berat dikerahkan oleh petugas gabungan.

"Selain mengganggu estetika kota, bangunan yang melanggar aturan itu menutup saluran air. Sehingga harus ditertibkan," tegas Kasatpol PP Sidoarjo, Widiyantoro Basuki kepada Tribunjatim.com.

Warganet Protes Bahu Jalan Antasari Tulunggaung Yang Dicor, Satpol PP Akhirnya Bertindak

Pasutri Asal Lamongan ini Tawarkan Jasa Seks Menyimpang, Tarifnya Rp 3 Juta Sekali Kencan

Kuasa Hukum Ahmad Dhani Gerak Cepat Susun Memori Banding Kasus Vlog Idiot, Bakal Ulas Soal Ini

Diakuinya bahwa bangunan-bangunan liar di Sumorame itu sudah berdiri sejak puluhan tahun. Keberadaannya menganggu aliran air karena menutup saluran.

"Padahal jalan Raya Sumorame merupakan akses utama. Adanya bangli membuat kota menjadi kumuh, sehingga tidak ada lagi toleransi," tandasnya kepada Tribunjatim.com.

Sebanyak 130 petugas dikerahkan dalam penertiban tersebut. Mereka terdiri dari 10 anggota TNI, 10 anggota kepolisian, dan 110 petugas Satpol PP.

Saat petugas datang, .lmayoritas bangli kosong ditinggal pemiliknya. Kondisi bangunan pun sebagian sudah terbongkar. "Sebab seminggu sebelumnya, Satpol PP mengimbau pemilik bangunan membongkar bangunannya," urai Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Yani Setyawan.

Sebagian memang sudah dibersihkan, tapi beberapa pedagang masih ada yang bandel. Mereka enggan membongkar bangunan, sehingga terpaksa dibongkar secara paksa oleh petugas.

Misalnya toko alat kendaraan milik Monib. Atap bangunan sudah dibongkar. Namun dindingnya masih tegak berdiri, sehingga harus dirobohkan menggunakan alat berat oleh petugas.

Ada juga bangunan yang masih berdiri tegak, belum dirobohkan. Yakni bangunan milik Yudi yang juga menjadi sasaran petugas karena pemiliknya tidak segera membongkar seperti surat yang dilayangkan petugas kepadanya.

Usai merobohkan bangunan-bangunan itu, petugas mengeruk puing-puing bangli dan dimasukkan ke dalam truk. Lahan bekas bangki tersebut langsung diuruk dengan pasir.(ufi/Tribunjatim)

Penulis: M Taufik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved