Arsul Sani Sebut Pernyataan Bambang Widjojanto Dapat Menjadi Bahan Tertawaan Para Advokat Dunia

Pernyataan Bambang Widjojanto soal institusi negara yang bisa buktikan kecurangan dalam Pilpres, menurut Arsul bisa jadi bahan tertawaan dunia advokat

Penulis: Elma Gloria Stevani | Editor: Januar
Tayangan Youtube TVONE
Bambang Widjojanto meminta izin selama 1 menit kepada Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman agar anggota Tim Kuasa Hukum 02, membacakan surat An-Nisa ayat 135 di penutupan sidang sengketa hasil Pilpres 2019, pada Jumat (21/6/2019). 

TRIBUNJATIM.COM - Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto menyebut pihaknya sebagai pemohon sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi tidak mungkin membuktikan kecurangan yang terjadi di Pemilihan Presiden 2019.

Namun, menurut Bambang Widjojanto hanya institusi negara lah yang mampu membuktikan kecurangan yang terjadi di Pilpres 2019.

Pamerkan Bros Lebah Emas yang Sudah Dipakai 25 Tahun, Hotman Paris Sebut ada 4 Filosofinya

Faldo Maldini Prediksi Karier Politik Prabowo Setelah Sebut Paslon 02 Bakal Kalah di MK

“Siapa yang bisa buktikan (kecurangan) ini? Pemohon? Tidak mungkin. Hanya institusi negara yang bisa. Karena ini canggih,” kata Bambang di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jakarta, Senin (24/6/2019).

Tak hanya itu, Bambang Widjojanto pun mengaku yang selalu dijadikan perbandingan adalah form C1 untuk membuktikan perbedaan selisih suara dalam sengketa Pilpres 2019.

Padahal, Bambang melihat pembuktian kecurangan saat ini tidak bisa menggunakan cara-cara lama seperti membandingkan formulir C1.

Dia pun membandingkan MK yang bertransformasi ke arah modern dengan permohonan perkara daring dan peradilan yang cepat.

Mengenal Christina Aryani Sosok Manis di Sidang MK, Ternyata Pengacara Kubu Jokowi yang Kritis

Posisi Ma’ruf Amin Disoalkan Bambang Widjojanto, Pakar Hukum Ungkap Fakta Berbeda: Bukan Ranah MK

Maka, pembuktiannya pun diharapkan dapat menjadi modern pula.

"Katanya speedy trial. Kalau speedy trial enggak bisa pakai old fashioned,” ujar dia.

Mendengar pernyataan yang disampaikan Bambang Widojanto, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Arsul Sani menyatakan pernyataan yang disebutkan Bambang Widjojanto dapat menjadi bahan tertawaan para advokat di seluruh dunia.

"Statement BW bahwa negara atau pengadilan MK harus membuktikan dalil-dalil yang ia kemukakan dalam permohonannya menjadi bahan tertawaan dunia advokat, tidak saja di Indonesia, tapi juga di kalangan advokat negara-negara lain," ujar Arsul ketika dihubungi, Selasa (25/6/2019).

Bambang Widjojanto Singgung Mahfud MD & Hamdan Zoelva Kerap Berpendapat Soal Pilpres di Media

Tanggapan 2 Pakar Hukum Tata Negara Terhadap Permohonan BPN Terkait Posisi Maruf Amin di BUMN

Dalam penilaian Arsul advokat-advokat yang mendengar pernyataan itu tentu akan menganggapnya sebagai argument pengacara yang kalah saja.

Dikatakan seperti itu, menurutnya permintaan Bambang Widjojanto kali ini sangat bertentangan dengan asas hukum “barangsiapa mendalilkan, maka dia harus membuktikan”.

Arsul yang juga merupakan anggota DPR dan pernah berprofesi sebagai pengacara ini menjelaskan setidaknya ada dua alasan untuk menolak pernyataan Bambang Widjojanto.

"Pertama, sarjana hukum mana pun yang ambil mata kuliah beban pembuktian pasti tidak akan menemukan sandaran doktrinal, yurisprudensi, maupun hukum positifnya untuk statement BW. Yang diajarkan adalah asas hukum 'barangsiapa mendalilkan, maka ia harus membuktikan'," ujar Arsul.

Mahfud MD Sebut Materi Kesaksian Hairul Anas Mentah Terkait Situng KPU:Kok Akses Situng dari Robot?

Disebut Saksi BPN Mengajarkan Kecurangan Bagian Demokrasi, Moeldoko: Nama Saya Juga Ikut Besar

Adapun alasan kedua adalah tidak adanya lembaga peradilan yang dibenarkan untuk kehilangan indepedensinya.

Justru dengan bergabung bersama salah satu pihak yang berperkara dan ikut membuktikan dalil gugatannya akan membuat peradilan tersebut menjadi parsial.

"Tugas lembaga peradilan adalah menilai alat bukti, bukan membuktikan dalil salah satu pihak. Kalaupun pengadilan ingin mencari alat bukti, maka itu untuk menambah keyakinan hakim, bukan untuk mendukung atau memperkuat dalil salah satu pihak," ujar Arsul.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "TKN: Pernyataan Bambang Widjojanto Jadi Bahan Tertawaan Dunia Advokat "

Pakar Hukum Sebut Hasil Sengketa Pilpres 2019 Sudah Ketahuan Meski Belum Diumumkan, Ini Analisisnya

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved