Awal Musim Panen, Harga Garam di Sumenep Anjlok, Petani Garam Tak Berani Jual

Masa panen garam awal musim kemarau 2019 tidak banyak memberi keuntungan. Petani Garam Sumenep Melapor Garam dihargai Rp 500 Ribu per ton

Awal Musim Panen, Harga Garam di Sumenep Anjlok, Petani Garam Tak Berani Jual
SURYA/MOHAMMAD RIVAI
Petani Garam Rakyat Sumenep Terpaksa menaruh hasil garamnya karena harganya sangat rendah 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Masa panen garam di awal musim kemarau tahun 2019 ini, ternyata tidak banyak memberi keuntungan.

Bahkan sebagian besar petani garam rakyat justru menjerit karena ternyata harga garam di pembuka musim ini terjun bebas hingga mendekati harga garam 10 tahun silam.

“ Saat  ini yang paling buruk dalam sejarah garam sejak pengolahan garam dengan teknik modernisasi. Harga saat ini mirip saat garam rakyat masih digarap dengan cara tradisional,” kata Muzammil, ketua Paguyuban petani garam rakyat sejahtera ( Pegas ) Sumenep, Senin (24/6/2019).

Menurut Zammil, harga garam rakyat di awal musim tahun ini hanya dibeli sebesar Rp 500 ribu perton.

(Petani Garam di Sidoarjo Mengeluh Harga Garam Makin Anjlok, Diduga Karena Masuknya Garam Impor)

Harga ini sangat membuat perani garam rakyat kelimpungan, mengingat hasil garam rakyat pada awal musim saat ini sangat bagus.

Hal itu dikarenakan cuaca musik kemarau tahun ini sangat terik dan mendukung pertanian garam.

“ Kita sama-sama bingung, mengapa di saat hasil garam melimpah dan kualitasnya luar biasa. Tapi malah garam rakyat justru dibeli dengan harga yang sangat tidak pantas,” sambungnya.

Menurutnya, sekitar lima tahun lalu harga garam rakyat justru sempat mencapai puncaknya dengan harga sebesar Rp 4 jutaan perton.

Lalu terus menurun, dan pada tahun 2016 lalu menjadi Rp 2,5 juta perton hingga pada musim garam tahun 2018 lalu turun lagi menjadi Rp 1,5 juta perton. 

“ Tragisnya tahun ini terjun bebas ke Rp 500 ribu perton. Atau Rp 5 ribu perkilogramnya. Sungguh ini akan mematikan penghidupan petani garam di Sumenep,” imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: Moh Rivai
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved