Demo Tolak PPDB Permendikbud 51 ke Dinas Pendidikan, PMII Surabaya Bawa Seorang Wanita, Ini Kisahnya

Menolak sistem zonasi PPDB 2019, PMII Surabaya menggelar aksi di depan Kantor Dinas Pendidikan Jatim pada Senin (24/6/2019).

Demo Tolak PPDB Permendikbud 51 ke Dinas Pendidikan, PMII Surabaya Bawa Seorang Wanita, Ini Kisahnya
TRIBUNJATIM.COM/Yusron Naufal Putra
Istiqamah (Jilbab merah), wanita Surabaya yang merasa putranya dirugikan PPDB 2019. Dia ikut berorasi bersama PMII di Dinas Pendidikan Jatim pada Senin (24/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra.

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menolak sistem zonasi PPDB 2019, PMII Surabaya menggelar aksi di depan Kantor Dinas Pendidikan Jatim.

Sampaikan orasi penolakan atas penerapan sistem zonasi dalam PPDB 2019, PMII turut membawa serta seorang ibu  pada Senin (24/6/2019).

Ibu itu bernama Yulias Istiqamah, dia mengaku putranya yang bernama Ahis Amirul 'Ula terlempar dari PPDB tanpa penyebab jelas.

Menurut Istiqamah, anaknya mendaftar di SMKN 2 Surabaya, dia mendaftar sesuai prosedur masih dalam batas waktu yang ditetapkan Dinas Pendidikan, yaitu 17 hingga 20 Juni 2019 lalu.

(PPDB Gelombang Dua Tetap Tidak Diminati, Hanya Dua SMP di Tulungagung Yang Terpenuhi Pagunya)

Ia yang mendaftarkan anaknya tanggal 19 Juni telah dinyatakan lolos dengan nomor urut 21.

Hingga hari terakhir tanggal 20 Juni pukul 23.58 WIB, anaknya masih bertengger di posisi yang sama, artinya masih dinyatakan lolos.

Karena telah dinyatakan lolos, esoknya ia pun memutuskan untuk melakukan daftar ulang di SMKN 2 Surabaya.

"Akan tetapi saya benar-benar kecewa, dari dinas pendidikan diundur satu hari pendaftarannya, otomatis anak saya tergeser," tambahnya.

Setelah mengetahui itu, anaknya itu pun uring-uringan lantaran keinginannya masuk di sekolah negeri harus kandas.

Halaman
12
Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved