Momen Bu Tien Didatangi Tukang Ramal, Isi Ramalan Soal Soeharto Buatnya Terpana, Berujung Penyesalan

Inilah kisah yang sempat tak terekspos sebelumnya, momen saat Bu Tien diam-diam didatangi oleh seorang tukang ramal. Lihat tingkah Ibu Negara saat itu

Momen Bu Tien Didatangi Tukang Ramal, Isi Ramalan Soal Soeharto Buatnya Terpana, Berujung Penyesalan
Istimewa via Tribun Timur
Detik-detik Wafatnya Bu Tien Dibongkar Mantan Kapolri, Celetukan Soeharto Waktu Mancing Jadi Firasat 

TRIBUNJATIM.COM - Indonesia pernah mengalami dua momen yang tak pernah terlewatkan sepanjang sejarah.

Dua momen itu menjadi begitu penting karena berkaitan dengan sosok pemimpin untuk negara Indonesia.

Momen penting tersebut adalah naiknya Soeharto (Orde Baru) menggantikan rezim Soekarno (Orde Lama).

Cerita Pengawal Soeharto Kala Sang Presiden Lengser, Ada Perubahan hingga Sang Ajudan Sampai Malu

Peristiwa tersebut menjadi yang paling diingat sepanjang sejarah.

Lewat kejadian tersebut, banyak sebenarnya cerita-cerita lain yang sebelumnya tidaklah terekspos.

Dua momen penting yang melatari naiknya Soeharto (Orde Baru) menggantikan rezim Soekarno (Orde Lama): meletusnya peristiwa Gerakan 30 September (G30S) dan lahirnya Supersemar.

Jenderal Abdul Haris Nasution dan Mayor Jenderal Soeharto berdoa di depan peti jenazah almarhum Jenderal Sutojo Siswomihardjo dan enam rekannya yang gugur dalam Peristiwa 1 Oktober 1965. Pagi 5 Oktober 1965, hari ulang tahun Angkatan Bersenjata yang biasanya gilang-gemilang, saat itu kelabu, demikian kata-kata pengantar Jenderal Nasution. Tujuh peti jenasah berangkat beriringan dari Markas Besar Angkatan Darat (MBAD). Adegan dalam foto ini muncul dalam film Pengkhianatan G 30 S/PKI dalam bentuk dokumentasi aslinya.
Jenderal Abdul Haris Nasution dan Mayor Jenderal Soeharto berdoa di depan peti jenazah almarhum Jenderal Sutojo Siswomihardjo dan enam rekannya yang gugur dalam Peristiwa 1 Oktober 1965. Pagi 5 Oktober 1965, hari ulang tahun Angkatan Bersenjata yang biasanya gilang-gemilang, saat itu kelabu, demikian kata-kata pengantar Jenderal Nasution. Tujuh peti jenasah berangkat beriringan dari Markas Besar Angkatan Darat (MBAD). Adegan dalam foto ini muncul dalam film Pengkhianatan G 30 S/PKI dalam bentuk dokumentasi aslinya. (Koleksi pribadi Nani Nurrachman Sutojo, dimuat dalam buku Kenangan tak Terucap, Saya, Ayah dan Tragedi 1965 terbitan Penerbit Buku Kompas)

Yang kemudian menjadi pertanyaan, di mana posisi Soeharto ketika terjadi aksi penculikan besar-besaran terhadap para jenderal TNI AD?

Benarkah Soeharto akan diracun seorang wanita yang mengaku sebagai anak Soeharto?

Postur tubuhnya tak terlalu tinggi.

Umurnya, kira-kira lebih dari 50 tahun.

Halaman
1234
Penulis: Ignatia
Editor: Januar AS
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved