Pakar Hukum Sebut Hasil Sengketa Pilpres 2019 Sudah Ketahuan Meski Belum Diumumkan, Ini Analisisnya

Hanya dengan melihat proses sidang di MK, Refly menilai hasil sengketa Pilpres 2019 sudah ketahuan, begini penjelasannya

Pakar Hukum Sebut Hasil Sengketa Pilpres 2019 Sudah Ketahuan Meski Belum Diumumkan, Ini Analisisnya
channel Youtube Apa Kabar Indonesia Malam di TVOne (23/6/2019)
Refly Harun saat menjadi narasumber di Apa Kabar Indonesia Malam di TVOne (23/6/2019) 

TRIBUNJATIM.COM - Mahkamah Konstitusi dikabarkan akan mengumumkan hasil Sengketa Pilpres 2019 pada Kamis (27/6/2019).

Meski begitu, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mengklaim hasil sidang Sengketa Pilpres 2019 sudah bisa ditebak.

Tanggapan tersebut dilontarkan oleh Refly Harun saat menjadi narasumber di acara Apa Kabar Indonesia Malam Tv One yang dilansir, pada Senin (24/6/2019).

Pada kesempatan itu, Refly Harun menyatakan masyarakat belum mengetahui kubu mana yang akan memenangkan sidang sengketa hasil Pilpres 2019.

Menurut pengalaman Refly Harun selama ini, pihak terkait (dalam konteks sidang MK ini adalah TKN Jokowi-Maruf) ada di posisi lebih mudah dibandingkan pihak pemohon dan termohon.

Faldo Maldini Prediksi Karier Politik Prabowo Setelah Sebut Paslon 02 Bakal Kalah di MK

"Teknisnya mengenai coverage areanya itu seluruh Indonesia yang harus membuktikan adanya perbedaan suara yang hampir 17 juta. Tentu ada unit yang harus dibuktikan. " ucap Refly

"Secara paradigmatik, MK itu mau kemana? Apakah tetap mau Mahkamah substantif peninggalan Pak Mahfud MD (sebagai mantan ketua MK), atau hanya hitungan aja?" beber Refly Harun.

Refly Harun melanjutkan, dalam hal ini Mahkamah Konstitusi tidak terhalang untuk menjadi Mahkamah substantif karena hukum acara tetap diatur berdasarkan UU 24 Tahun 2003.

"Tak mudah untuk membuktikan ada margin sekitar 16 juta tersebut. Dan adanya pembuktian TSM (istilah dugaan kecurangan Terstruktur, Sistematiis dan Masif) juga tak mudah pula", ucap Refli.

"Untuk membuktikan pelanggaran struktural aja ada kesulitan teknis. Seperti jumlah saksi yang terbatas, dan hari pembuktiannya yang hanya sehari," tambahnya

Mahfud MD Sebut Materi Kesaksian Hairul Anas Mentah Terkait Situng KPU:Kok Akses Situng dari Robot?

Halaman
12
Penulis: Elma Gloria Stevani
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved