Ulat Bulu Serang 3 Desa di Pasuruan, Populasi Burung Turun, Dinas Pertanian Semprot Dengan Pestisida

Ulat Bulu Serang 3 Desa di Pasuruan, Populasi Burung Turun, Dinas Pertanian Semprot Dengan Pestisida.

Ulat Bulu Serang 3 Desa di Pasuruan, Populasi Burung Turun, Dinas Pertanian Semprot Dengan Pestisida
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Dinas Pertanian Pasuruan Tumpas Habis Serangan Ulat Bulu 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan akhirnya melakukan upaya untuk memberantas serangan ulat bulu yang menimpa di tiga desa di Kecamatan Purwodadi.

Tiga desa itu diantaranya adalah Desa Capang, Gajahrejo, dan Pucangsari. Serangan ulat bulu ini sudah terjadi selama dua bulan terakhir.

Pria Asal Pasuruan Nekat Curi Uang di Toko Jamu di Mojokerto, Aksi Pelaku Kepergok Sang Pemilik Toko

Pemerintah Pasuruan Berikan Bantuan Pestisida Untuk Hancurkan Serangan Ulat Bulu

Pengunjung Antusias Peringati Hari Jerapah se-Dunia di Taman safari Pasuruan

Dalam pemberantasan ini, petugas Dinas Pertanian (Distan) menyemprotkan cairan pestisida ke sejumlah pohon yang disinyalir menjadi tempat perkembangbiakan ulat bulu ini.

Dari hasil observasi, Dinas Pertanian mensinyalir bahwa banyaknya ulat bulu ini karena terjadi ketidakseimbangan ekosistem di sini. Sehingga, ulat bulu cepat berkembang biak.

Perwakilan petugas Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan, Rudi Hartono mengatakan, upaya ini diharapkan bisa mengurangi jumlah ulat bulu yang berkembangbiak di sini.

Kata dia, penyemprotan ini hanya bersifat sementara saja atau sesaat. "Sesaat saja. Ya bisa hilang sementara. Tapi kalau tidak dijaga, ya sama saja," katanya.

Ia menjelaskan, penyebab utama banyaknya ulat bulu di sini itu karena menurunnya populasi predator pemakan ulat bulu. Dalam hal ini, adalah burung.

Kata dia, populasi burung di sini sudah hilang.

"Tidak sebanyak dulu. Kami menduga, banyak perburuan liar di sini. Jadi burung - burung hilang dan ulat bulu bisa bebas berkembang biak. Saya pesan ke warga, kalau ada burung di hutan sini, jangan diburu. Biar ulat bulu tidak banyak. Jadi, saya berikan edukasi ke warga," imbuhnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan, Ikhwan menandaskan, pihaknya sudah menerjunkan petugasnya ke desa-desa yang diserang ulat bulu untuk memusnahkannya.

Para petugas itu sudah dipersenjatai dengan peralatan semprot yang di dalamnya berisikan cairan pestisida.

Dengan menggunakan cairan pemusnah hama ini, Ikhwan meyakini akan mampu memusnahkan gerombolan ulat yang dalam beberapa waktu terakhir telah meresahkan warga.

Ikhwan menegaskan, keberadaan ulat bulu tidak akan lama. Sebab munculnya ulat bulu itu karena migrasi saja. Ia menyebut, bahwa ulat bulu ini sangat sporadis bisa langsung banyak begitu.

"Hanya sementara karena perubahan musim. Ulatnya juga tidak membahayakan. Soal geli memang, untuk itu kami telah atasi dengan menerjunkan petugas guna melakukan penyemprotan peptisida hingga tuntas, "imbuhnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved