Wujudkan Smart City, Pemkot Malang Bakal Terapkan Tanda Tangan Elektronik, Tidak Ada Alasan Bolos

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana menerapkan digital signature (tanda tangan elektronik) pada semua dokumen di seluruh organisasi

Wujudkan Smart City, Pemkot Malang Bakal Terapkan Tanda Tangan Elektronik, Tidak Ada Alasan Bolos
aminatus sofya/tribunjatim
Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, saat memberikan arahan di acara Analisis Kebutuhan dalam Rangka Penerapan Digital Signature Bagi Perangkat Daerah di Hotel Grand Palace Malang, Selasa (25/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana menerapkan digital signature (tanda tangan elektronik) pada semua dokumen di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Pemberlakuan tanda tangan elektronik ini merupakan upaya mewujudkan Malang Smart City.

"Ini menjadi langkah kecil dari Pemkot Malang untuk memulai cita-cita yang sesungguhnya," ujar Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko saat acara Analisis Kebutuhan dalam Rangka Penerapan Digital Signature Bagi Perangkat Daerah di Hotel Grand Palace Malang, Selasa (25/6/2019).

Sofyan Edi Jarwoko menjelaskan, semua dokumen di lingkungan Pemkot Malang nantinya akan didigitalisasi. Dari penerapan penerapan tanda tangan elektronik ini, tidak ada lagi batasan ruang dan waktu bagi pejabat OPD dalam pengambilan keputusan.

"Jadi tidak ada alasan keluar kota tidak bisa tanda tangan. Maka seluruh OPD harus komitmen untuk bisa menerapkan ini bersama," ujarnya kepada Tribunjatim.com.

1000 Pentol dan 150 Lontong Bakso Cak Ri di Bungurasih Ludes Tiap Hari, Penghafal Al Quran Gratis

Sejumlah Pejabat Tunggui Risma di Ruang VVIP lantai IV RSUD Soewandhie Surabaya, Media Dilrang Masuk

Raffi Ahmad Ejek Nagita Slavina Mirip Ikan Dugong saat Berenang, Zaskia Sungkar Tampak Tertawa

Sementara itu Kepala Dinas Informatika Kota Malang, Tri Widyani Pangestuti mengklaim banyak manfaat yang didapat melalui penerapan tanda tangan elektronik. Salah satunya kata dia adalah pengurangan sampah kertas serta transparansi kepada masyarakat.

"Selaim itu mengurangi biaya administrasi dan menjadikan layanan yang diberikan lebih cepat," terangnya.

Wanita yang akrab disapa Yani itu mengatakan saat ini ada 100 kabupaten/kota di Indonesia yang telah menerapkan tanda tangan elektronik. Sedangkan di Jawa Timur, hanya ada empat daerah.

"Kalau di Indonesia sudah 100 totalnya. Di Jatim masih empat daerah," ucap Yani.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved