4 Nelayan di Trenggalek Sambi Jualan Pil Koplo, Pelaku Ngaku Sudah Jual dan Konsumsi Sudah 5 Bulan

Empat nelayan di perairan Pantai di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek ditangkap polisi. Satu di antara mereka adalah bandar.

4 Nelayan di Trenggalek Sambi Jualan Pil Koplo, Pelaku Ngaku Sudah Jual dan Konsumsi Sudah 5 Bulan
SURYA/AFLAHUL ABIDIN
Kapolres Trenggalek menanyai empat tersangka pengedar pil koplo di Mapolres Trenggalek, Selasa (25/6/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Empat nelayan di perairan Pantai di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek ditangkap polisi.

Satu di antara mereka adalah bandar yang banyak menyuplai tiga nelayan lain.

Awalnya, polisi menangkap Riki Ricardo (22), Monel Setiawan (19), dan Dimas Raffi Rahmadani (18).

Mereka biasa mengedarkan pil koplo ke orang-orang di sekitar tempat tinggal mereka.

Trenggalek Job Fair 2019 Sediakan 5000 Lowongan Kerja dari 50 Perusahaan, Jangan Ketinggalan!

Posting Foto Boneka Beruang yang Dicuri Bersama Laptop, Pria Dongko Trenggalek Diciduk Polisi

Riki dan Dimas merupakan warga Desa Sawahan, Kecamatan Munjungan.

Sementara Monel merupakan warga Desa Masaran, Kecamatan Munjungan.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo menjelaskan, dari penangkapan tiga orang itu, polisi menangkap seorang bandar yang menyuplai pil koplo.

Dia adalah Febria Candra Pramana (25), warga Desa Prigi, Kecamatan Watulimo.

"Dari keempat tersangka, diamankan 448 butir pil dobel L dan plastik klip, dan empat buah telepon genggam, dan uang," kata Kaplres, Selasa (25/6/2019).

Pil koplo oleh mereka dijual dalam kemasan klip plastik berisi lima biji seharga Rp 10.000.

Baru Keluar Lapas 3 Bulan Pria Asal Pare Nekat Edarkan Pil Koplo, Segini Untung yang Diterima Pelaku

Polisi Ciduk Pria dari Sumenep Ini Saat Transaksi Sabu di Tepi Jalan, Buang Narkoba ke Pot Bunga

Peredarannya di wilayah Kecamatan Watulimo.

"Mereka mengaku sudah menjual dan mengonsumi pil koplo antara tiga sampai lima bulan," ujar Didit.

Tersangka dijerat dengan pasal 197 jo pasal 106 ayat (1) subs pasal 196 jo pasal 98 ayat (2) dan (3) Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

"Ancaman hukumannya pidana maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar," pungkasnya. (Surya/Aflahul Abidin)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved