Desa Kedungbanteng Sidoarjo Digadang Jadi Daerah Penghasil Lele, Warga Mulai Coba Budidaya Lele

Setelah beberapa kali mendapat pelatihan tentang budidaya lele, warga Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo mulai mengawali praktik.

Desa Kedungbanteng Sidoarjo Digadang Jadi Daerah Penghasil Lele, Warga Mulai Coba Budidaya Lele
SURYA.CO.ID/M TAUFIK
Warga saat mulai menata kolam-kolam lele untuk mengawali budidaya lele di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Setelah beberapa kali mendapat pelatihan tentang budidaya lele, warga Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo mulai mengawali praktik budidaya.

Sebagai langkah awal, ada empat kolam baru dan 8.000 ekor bibit lele yang mulai digarap. Itu merupakan bantuan dari Minarak Brantas. Warga juga mendapat pakan lele untuk kebutuhan budidaya sekitar satu bulan.

Kolam lele yang diberikan itu berbahan terpal dan berbentuk bundar berdiameter tiga meter. Kolam terpal memiliki kapasitas tiga ribu hingga empat ribu ekor ikan lele.

Pabrik Arak di Tuban Digerebek, Pemilik Sulap Jadi Tempat Ternak Lele & Kandang Buat Kelabuhi Polisi

Tak hanya itu, warga juga mendapat pembinaan langsung untuk budidaya lele ini dari trainer Jefri Dwi Saputro, pemilik Azzura Farms, sebuah usaha budidaya ikan lele yang sudah menyuplai ribuan ekor lele di Sidoarjo setiap bulannya.

"Permintaan pasar akan ikan jenis ini masih sangat besar. Kebutuhan masyarakat akan ikan lele cukup tinggi dan masuk ke semua kalangan. Bahkan di Sidoarjo sendiri masih butuh banyak supplier ikan lele untuk memenuhi permintaan pasar,” kata Jefri, Rabu (26/6/2019).

Dengan mengawali langkah ini, diharapkan budidaya lele di Kedungbanteng terus berkembang, dan desa ini akan menjadi daerah penghasil lele di Sidoarjo.

Daftar Baru Makanan Warung Bu Anny di Tegal, Harga Tempe, Kangkung, dan Lelenya Setara

Tak hanya itu, jika bisa terus berkembang, Kedungbanteng juga berpotensi menjadi pusat oleh-oleh berbagai macam olahan ikan. "Yang tentunya akan bisa meningkatkan perekonomian warga dan desa," sambungnya.

Karenanya, pembinaan bukan sekedar budidaya ikan lele, tapi juga termasuk pemasarannya. Sejumlah warga yang ikut budidaya lele sudah mengantongi nama-nama dan nomor kontak pemesan ikan lele saat panen nanti. Selain itu, warga juga dilatih cara membuat sejumlah makanan olahan berbahan ikan lele.

“Kami sudah memiliki tujuan setelah panen nanti, yaitu menjualnya kepada pengepul langsung dan hasilnya akan diputar untuk dibelikan bibit dan pakan untuk pengembangan selanjutnya,” kata Sugianto, warga setempat.

Pihaknya berencana, kolam lele akan dikelola bersama warga lainnya dengan mengedepankan karang taruna setempat.

"Harapan saya nantinya setelah berhasil, ibu-ibu juga bisa bergabung dalam bidang pengolahan makanan berbahan dasar ikan lele," imbuhnya.

Sementara Manager Public Relation Minarak Brantas Gas Arief Setyo Widodo mengatakan, program budidaya lele ini merupakan salah satu CSR dari Minarak Brantas Gas.

Pihaknya berharap, program bisa terus dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan perekonomian desa.

"Semoga bisa terus berjalan hingga tahap berikutnya, yaitu pengolahan menjadi berbagai macam makanan berbahan dasar ikan lele, dan tentunya sampai ke strategi pemasarannya,” kata Arief.

Penulis: M Taufik
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved