Kampus di Surabaya

Dua Alumnus UKWMS Hadirkan Varian Garam Mandi untuk Angkat Sel Kulit Mati, Ada Aroma Lavender

Dua alumnus UKWMS Indry Liong S.Farm dan Merlyn Xumara S.Farm menghadirkan dua inovasi garam mandi yang bermanfaat untuk mengangkat sel kulit mati.

Dua Alumnus UKWMS Hadirkan Varian Garam Mandi untuk Angkat Sel Kulit Mati, Ada Aroma Lavender
Istimewa
alumnus UKWMS Merlyn Xumara S.Farm kembangkan Garam Mandi bentuk serbuk effervescent. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dua alumnus Universitas Katolik Widya Mandala (UKWMS) Indry Liong S.Farm dan Merlyn Xumara S.Farm hadirkan dua inovasi garam mandi yang bermanfaat angkat sel kulit mati.

Inovasi tersebut yaitu bath bomb dan effervescent yang ditujukan sebagai inovasi relaxing dan spa.

"Salah satu bahan yang kami digunakan yaitu garam (magnesium sulfat), garam sendiri kaya akan mineral yang bermanfaat mengangkat sel kulit mati (exfoliant) sehingga kulit menjadi lembut," kata Indry, Selasa (25/6/2019).

Indry menjelaskan untuk membuat bath bomb, mencampurkan magnesium sulfat yang dihaluskan dengan sodium bikarbonat kemudian dicampur hingga rata dan dibubuhi pewarna sedikit demi sedikit.

(Lima Mahasiswa Universitas Brawijaya Ciptakan Aplikasi i-Lenuk untuk Mendata Penyu Berbasis Android)

Setelah dicampur rata, kemudian mereka memasukan asam sitrat yang sudah dihaluskan dan guar gum.

"Semua bahan dicampur rata dan dicetak bulat seperti bola. Semua bahan kecuali guar gum perlu dioven lebih dulu untuk mengurangi tingkat kadar air di setiap bahan," kata dia.

"Kalau kelembapannya tinggi akan menyebabkan reaksi kimia antar bahan," lanjut Indry.

Sementara produk kedua, Merlyn membuat garam mandi berbentuk serbuk halus yang ditujukan untuk mempercepat proses larutnya dalam air.

"Ada efek effervescentnya melepas aroma minyak esensial ke udara sehingga ada aromatik," kata Merlyn.

Merly nenambahkan esemsial aroma lavender pada campuran bahan yang ia gunakan seperti natrium bikarbonat, magnesium sulfat, sodium lauryl erher sulfate (SLES), asam sitrat dan pewarna.

"Kami sudah melakukan uji coba kepada tiga panelis semuanya aman, tidak ada iritasi atau kemerahan pada kulit tapi hika ingin dikomersilkan tetap harus dilanjutkan proses ujinya sesuai standart berlaku," kata Merlyn.

(3 Mahasiswa Unesa Ciptakan Aplikasi Kesehatan Check-Ap, Kenali Gejala Penyakit dari Face Recognition)

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved