Harga Garam di Sumenep Anjlok, Hanya Rp 300 Ribu Per Ton, Begini Harapan Petani Garam

Harga Garam di Sumenep Anjlok, Hanya Rp 300 Ribu Per Ton, Begini Harapan Petani Garam.

Harga Garam di Sumenep Anjlok, Hanya Rp 300 Ribu Per Ton, Begini Harapan Petani Garam
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Salah satu petani garam sedang mengangkut garam di Desa Karanganyar, Kecamatan Kalianget Sumenep. Rabu (26/6/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Memasuki awal musim kemarau 2019 saat ini, petani garam di wilayah Sumenep sudah dimulai.

Namun sayangnya, hadirnya PT Garam (persero) pindah kantor dari Surabaya menetap di Kalianget Sumenep itu tidak membanggakan petani petani.

"Sekarang harganya sudah turun parah, per ton ada yang hanya dibeli Rp 300 ribu dan ada yang Rp 500 ribu," kata Atmawi, salah satu petani garam di Desa Gersik Putih, mengaku pada TribunMadura.com (grup TribunJatim.com), Rabu (26/6/2019).

Polisi Ciduk Pria dari Sumenep Ini Saat Transaksi Sabu di Tepi Jalan, Buang Narkoba ke Pot Bunga

Ada 27 Desa di Sumenep yang Diprediksi Alami Kekeringan, BPBD Usul Desa Bersinergi Bangun Tandon

Awal Musim Panen, Harga Garam di Sumenep Anjlok, Petani Garam Tak Berani Jual

Dibandingkan dengan harga pada tahun sebelumnya kata Atmawi, sangat beda jauh meskipun hasil panin garam saat ini sudah bagus.

"Harga yang sekarang sangat tidak cukup untuk kebutuhan keluarga, tapi mau kerja apalagi ya terpaksa," katanya.

Atmawi menjelaskan, sekarang tidak ada bedanya antara garam KW 1 dan KW 2 karena sudah menggunakan alat terpal dalam proses membuat garam.

"Sekarang garam sudah bagus kan dalam proses membuatnya sudah menghunakan terpal, iya kalau dulu langsung ke tanah," katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Risto, (56) petani garam asal Desa Pinggirpapas.

"Kalau garam yang milik PT. Garam harganya perton Rp. 600 ribu, kalau garam rakyat hanya Rp. 500 ribu perton," tuturnya.

Kepala Desa Marengan, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Dasuki juga membenarkan jika dua tahun terakhir ini harga garam sudah anjlok dari tahun - tahun sebelumnya.

Menurutnya, kalau 2017 lalu harga garam petani mencapai Rp. 4 juta, kemudian pada 2018 harganya naik turun.

"Pada 2018 lalu pernah turun sebentar pertonya Rp. 1.500 ribu. Tapi naik lagi hingga Rp. 2.500 ribu dan terus turun 1.500 ribu hingga 2019 ini harganya anjlok hingga Rp. 500 ribu," paparnya.

Pihaknya berharap, bagaimana Pemerintah dan pihak PT Garam berpihak pada petani.

"Ini bagaimana ketegasan PT garam, PT. Garam sekarang kan gudangnya penuh, itukan sebenarnya miliknya pabrik atau konsumennya. Tapi kemarin itu tidak diambil," katanya.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved