Janda Muda Ini Diringkus Polisi, Kepergok Akan Transaksi Sabu di Dekat Minimarket di Sidoarjo

Janda Muda Ini Diringkus Polisi, Kepergok Akan Transaksi Sabu di Dekat Minimarket di Sidoarjo.

Janda Muda Ini Diringkus Polisi, Kepergok Akan Transaksi Sabu di Dekat Minimarket di Sidoarjo
SURYA/M TAUFIK
Seorang janda muda dan yang diamankan di Polresta Sidoarjo karena terlibat kasus narkoba 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Seorang janda muda dan pasangan suami istri di Sidoarjo harus meringkuk di dalam penjara.

Gara-garanya, mereka terlibat peredaran narkoba di Kota Delta.

Mereka adalah Rita Noreni (21), janda muda yang tinggal di jalan Buyut Bokori, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Dan pasangan suami istri (pasutri) Darno Kerto Raharjo (37), Hanik Irawati (29), warga Perum Bumi Cabean Asri, Desa Kalipecabean, Kecamatan Candi, Sidoarjo.

Desa Kedungbanteng Sidoarjo Digadang Jadi Daerah Penghasil Lele, Warga Mulai Coba Budidaya Lele

Proyek di Sidoarjo Tak Jalan, Silpa Membengkak, Nilai PAK Tembus Rp 5,3 T

Bakso Cak Ri di Sidoarjo, Beri Bakso Lontong Gratis Sepuasnya Bagi Hafal 30 Juz Quran & Yatim Piatu

Rita Noreni adalah pemandu lagu frelance yang diringkus polisi di sekitar minimarket di daerah Buduran. Perempuan bertato tersebut kedapatan membawa satu poket sabu-sabu.

"Awalnya ada informasi terkait adanya transaksi sabu di kawasan itu. Setelah diselidiki, ternyata benar dan petugas mengamankan tersangka ini," kata Kasat Narkoba Polresta Sidoarjo Kompol Sugeng Purwanto, Rabu (26/6/2019).

Perempuan asal Boyolali yang juga bekerja di sebuah warung kopi itupun tak bisa mengelak. Janda dua anak itu hanya menurut ketika digelandang petugas, dan harus meringkuk di dalam penjara Polresta Sidoarjo.

Di tempat terpisah petugas juga menangkap pasutri yang kompak menjadi pengedar sabu. 

Pertama, polisi meringkus Hanik Irawati saat hendak bertransaksi dengan calon pembelinya di kompleks pergudangan di kawasan LingkarTimur Sidoarjo.

Ibu satu anak tersebut langsung dibawa ke Polresta Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan. Termasuk barang bukti berupa satu paket sabu yang terbungkus kertas warna silver.

"Dalam pemeriksaan, dia mengaku bahwa barang itu dari suaminya. Saat ditangkap, dia hendak menyerahkan sabu ke calon pembeli yang sudah janjian di sana," urai Sugeng.

Dari situ, petugas kemudian mencari Darno, suami Hanik. Tak butuh waktu lama, petugas berhasil meringkus pengedar sabu ini ketika sedang berada di rumahnya.

Dalam penggerebekan di rumah Darno, polisi menemukan tujuh poket sabu siap edar dengan berat total 2,8 gram, timbangan elektrik, dan beberapa bukti lain. Polisi juga mengamankan ponsel yang biasa dipakai Darno untuk bertransaksi narkoba.

Dalam pemeriksaan, pasutri tersebut mengaku jualan sabu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. "Sejak kena PHK, kami tak tidak punya pekerjaan," dalih tersangka saat ditanya petugas.

Dia mengaku biasa kulak sabu dari bandar melalui ponsel. Uangnya ditransfer dan barang biasa dikirim dengan cara ranjau. Terkadang diranjau di dekat flyover Buduran, kadang di Gedangan, dan Sedati.

Sedangkan tersangka Hanik cenderung diam. Beberapa kali dirinya mengaku menyesal. Apalagi teringat anak perempuannya yang berusia delapan tahun, harus di rumah sendirian karena kedua orangtuanya masuk penjara.

Penulis: M Taufik
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved