Pakai Zonasi, SMP Negeri di Jember Masih Kurang Murid

Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di Kabupaten Jember juga masih kekurangan kuota murid dari pagu yang ditentukan dalam masa Penerimaan Peserta D

Pakai Zonasi, SMP Negeri di Jember Masih Kurang Murid
sri wahyunik/surya
Suasana ketika wali murid rapat di ruang Komisi D DPRD Jember 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di Kabupaten Jember juga masih kekurangan kuota murid dari pagu yang ditentukan dalam masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019.

Fenomena ini juga sama terjadi di sekolah dasar (SD) di masa PPDB 2019 ini. Seperti diketahui SMP dan SD saat ini menerapkan sistem zonasi sebagai salah satu jalur PPDB tahun ini, bertujuan memeratakan murid ke lembaga pendidikan negeri terdekat dari tempat tinggal anak.

Pengumuman hasil PPDB SMP negeri di Jember dilakukan besok Kamis (27/6/2019). Namun dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Dinas Pendidikan Jember, Komisi D DPRD Jember, dan wali murid diketahui adanya SMP yang pagu muridnya tidak terpenuhi dalam PPDB yang pendaftarannya dilakukan pekan lalu itu. RDP digelar di ruang Komisi D DPRD Jember, Rabu (26/6/2019).

Kekurangan pagu di SMP Negeri se-Jember pada PPDB tahun ini melalui jalur zonasi mencapai 1.845 kursi. Pagu tidak terpenuhi ini ada di 53 SMP negeri se-Kabupaten Jember. Sementara jumlah total SMP negeri di Jember mencapai 94 lembaga. Dari jumlah itu ada 53 lembaga yang kebutuhan muridnya kurang dari pagu yang ditetapkan.

"Pendaftar mencapai 15.652 orang, dan yang diterima sebanyak 13.384 orang. Kurang pagu mencapai 1.845 kursi ada di 53 sekolah," kata Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Jember Irwan Salus P kepada Tribunjatim.com, Rabu (26/6/2019).

Akibat kekurangan kuota murid itu, Dinas Pendidikan Jember akan membuka pendaftaran tahap kedua. Tujuannya untuk memenuhi kekurangan kuota pagu murid tersebut.

Wali Murid Desak Pengumuman PPDB SMP di Jember Ditunda, Ada Penambahan Pagu SMP Negeri

Vanessa Angel Divonis 5 Bulan Penjara, Sang Tante Ungkap Bila Bebas Nanti Ingin Tata Rambut ke Salon

Putri Khofifah Siapkan 6 Baju dari 5 Desainer di Pernikahannya, Dua Dibuat dengan Desain Khusus

Syarat yang diberlakukan sama seperti pendaftaran tahap kedua di tingkat SD yakni bisa lintas zonasi, dan berdasarkan waktu pendaftaran.

Irwan menambahkan, meskipun keseluruhan daya tampung di semua SMP negeri Jember terpenuhi, tetap tidak akan menampung seluruh lulusan SD se-Kabupaten Jember. Lulusan SD mencapai 38.695 orang.

Sedangkan daya tampung Rombel di 94 SMP negeri di Jember hanya 15.264 siswa. Artinya ada sekitar 23 ribu siswa lulusan SD yang dipastikan tidak akan tertampung di SMP negeri di Jember.

Rincian kebutuhan peserta didik baru di SMP negeri Jember yakni, 94 sekolah memiliki 477 Rombel (bisa disebut ruang belajar/kelas). Masing-masing Rombel berisi 32 anak.

Daya tampung 15.264 itu sudah terisi oleh mereka yang tidak naik kelas sebanyak 65 orang, dan sisanya diisi melalui PPDB.

PPDB SMP memakai tiga jalur yakni yakni prestasi, perpindahan orang tua, dan zonasi. Jalur prestasi dan perpindahan orang tua sebanyak 10 persen, dan sisanya adalah jalur zonasi. Tahun ini, jalur prestasi dan perpindahan orang tua hanya terpakai 2,1 persen. Karenanya, sisanya dipakai oleh mereka yang masuk melalui jalur zonasi.

Dari jalur itu masih tetap ada kekurangan siswa mencapai 1.845 orang.

"Ini yang akan dipenuhi melalui pendaftaran tahap kedua itu," imbuh Irwan. (Sri Wahyunik/Tribunjatim)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved