Breaking News:

TKN Sebut Bambang Widjojanto Konyol :Tidak Ada Sejarahnya Dalam Hukum Kita

Bambang Widjojanto sempat mengatakan bahwa hanya institusi negara yang bisa membuktikan kecurangan yang terjadi di Pilpres 2019, TKN sebut BW konyol

Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)
Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN), Bambang Widjojanto memberikan pemaparan bukti kecurangan Pilpres 2019 pada sidang perdana sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019). Sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum atau Sengketa Pilpres mengagendakan pemeriksaan pendahuluan kelengkapan dan kejelasan pemohon dari tim hukum BPN. 

TRIBUNJATIM.COM - Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye (TKN) Jokowi-Ma’ruf Ade Irfan Pulungan ikut mengomentari pernyataan Ketua Tim Hukum Prabowo-Subianto, Bambang Widjojanto terkait hanya institusi negara yang bisa membuktikan kecurangan yang terjadi dalam Pilpres 2019.

Menurut Ade Irfan Pulungan, penyataan yang disampaikan Bambang Widjojanto adalah sebuah kekeliruan karena tidak sesuai dengan tatanan hukum di Indonesia.

Soeharto Tiba-Tiba Batal Beli Pesawat Kepresidenan 16 Juta Dollar AS, Tak Semua Diungkap ke Publik

Prediksi Mahfud MD Soal Bunyi Putusan Akhir Para Hakim MK, Sebut 99 Persen Permohonan Bakal Diterima

"Apa yang menjadi pernyataan tersebut tidak sesuai dengan sistem dan tatanan hukum kita.

Itu harus diubah dasarnya, dasar hukumnya harus diubah dulu.

Jangan karena mereka tidak dapat membuktikan dalil mereka, mereka minta orang lain. Kan susah itu," ujar Irfan di Jalan Cemara, Selasa (25/6/2019).

Irfan kemudian menyinggung soal ahli yang dibawa tim hukum 01, Eddy Hiariej yang mengingatkan soal asas actori incumbit probation dalam persidangan lalu.

Adapun beban pembuktian sebuah perkara ada pada pihak yang mendalilkannya. Irfan menjelaskan bahwa permintaan Bambang Widjojanto bertentangan dengan asas itu.

"Ini kan konyol, tidak pernah sejarahnya terjadi dalam hukum kita," kata Irfan.

Pengakuan Juru Kunci Saat Gali Makam Soeharto yang Dengar Ledakan, Eks Bupati Wonogiri Sebut Isyarat

Arsul Sani Sebut Pernyataan Bambang Widjojanto Dapat Menjadi Bahan Tertawaan Para Advokat Dunia

Sebelumnya, Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto menyebut pihaknya sebagai pemohon sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi tidak mungkin membuktikan kecurangan yang terjadi di Pemilihan Presiden 2019.

Namun, menurut Bambang Widjojanto hanya institusi negara lah yang mampu membuktikan kecurangan yang terjadi di Pilpres 2019.

Halaman
123
Penulis: Elma Gloria Stevani
Editor: Januar AS
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved