Wali Murid Desak Pengumuman PPDB SMP di Jember Ditunda, Ada Penambahan Pagu SMP Negeri

DPRD Jember mempertemukan pihak Dinas Pendidikan Jember dengan sejumlah wali murid di gedung DPRD Jember, Rabu (26/6/2019).

Wali Murid Desak Pengumuman PPDB SMP di Jember Ditunda, Ada Penambahan Pagu SMP Negeri
sri wahyunik/surya
Suasana ketika wali murid rapat di ruang Komisi D DPRD Jember 

 TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - DPRD Jember mempertemukan pihak Dinas Pendidikan Jember dengan sejumlah wali murid di gedung DPRD Jember, Rabu (26/6/2019).

Pertemuan ini menyusul pertemuan sebelumnya antara anggota dewan dan sejumlah wali murid terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019.

Kepada perwakilan Dinas Pendidikan, beberapa wali murid mengeluhkan perihal sistem zonasi PPDB 2019. Keluhan itu seperti yang pernah ditulis Surya sebelumnya, antara lain ketidakadilan sistem zonasi yang memakai patokan jarak, bukan nilai ujian, juga sistem zonasi yang tidak ditopang dengan meratanya sarana dan prasarana pendidikan.

Wali murid juga mengeluhkan dipakainya Permendikbud No 51 Tahun 2018 secara mutlak di Kabupaten Jember, tanpa melihat kondisi pendidikan daerah. Pemakaian aturan menteri secara mutlak itu terlihat dari Peraturan Bupati Jember perihal PPDB di Jember.

"Kearifan lokalnya hanya satu yakni bagi hafiz-hafizah 1 juz. Sisanya semuanya sama 100 persen dengan peraturan menteri, yang itu tidak melihat kondisi pendidikan di Kabupaten Jember," tegas wali murid, Endro Jatmiko kepada Tribunjatim.com.

Selain melontarkan sejulah keluhan dan pelaksanaan PPDB di lapangan, para guru juga mengusulkan sejumlah saran. Saran itu antara lain penundaan pengumuman PPDB SMP negeri yang seharusnya dilakukan, Kamis (27/6/2019) besok.

"Konkrit kami usul supaya pengumuman PPDB ini ditunda, sampai ada jawaban tegas dari Dinas Pendidikan terhadap persoalan PPDB di Jember ini. Karena besok pengumuman untuk SMP, ya kalau bisa ditunda dulu," ujar wali murid M Isriadi.

Penundaan pengumuman ini didukung oleh Ketua Komisi D DPRD Jember M Hafidi. "Apa solusi tegas dari Dinas Pendidikan atas keluhan warga yang kesulitan cari sekolah. Sementara pengumuman sudah besok. Ada usulan ditunda, apakah bisa itu dilakukan," tanya Hafidi kepada Tribunjatim.com.

Kuasa Hukum Vanessa Angel Akan Jemput Sang Artis FTV Akhir Pekan ini, Meski JPU Masih Pikir-pikir

Kakek dari Lamongan Ini Bujuk Rayu Mengantar Anak 6 Tahun, Lalu Cabuli di Kamar Rumahnya

Sudah Beraksi di 4 TKP di Lamongan, 2 Residivis Curanmor Ini Ambruk Ditembak Polisi Karena Melawan

Hafidi juga ingin meminta jawaban atas permintaan dari sejumlah sekolah terkait rombongan belajar (Rombel). Beberapa SMP negeri di Kabupaten Jember meminta adanya penambahan kelas Rombel. Namun permintaan itu belum disetujui oleh Dinas Pendidikan.

Hafidi meminta ada jawaban jelas untuk permintaan penambahan Rombel itu secara cepat.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved