Anak Jalanan dari Jombang Ini Hamil 2 Bulan, Dihamili Pengamen, Satpol PP Akan Nikahkan Mereka

Anak Jalanan dari Jombang Ini Hamil 2 Bulan, Dihamili Pengamen, Satpol PP Akan Nikahkan Mereka.

Anak Jalanan dari Jombang Ini Hamil 2 Bulan, Dihamili Pengamen, Satpol PP Akan Nikahkan Mereka
SURYA/SUTONO
Petugas Satpol PP Jombang melakukan pembinaan dan pendataan terhadap sejumlah anjal yang terjaring operasi penertiban 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Petugas Satpol PP Jombang melakukan operasi penertiban terhadap anak jalanan (anjal) yang berkeliaran di sejumlah titik Kota Jombang, Kamis (27/6/21019).

Hasilnya, belasan anjal diciduk. Para anjal yang rata-rata masih di bawah umur ini dijaring petugas saat berada di sejumlah jalan protokol dan tempat umum di kota setempat.

Songsong Putusan Sidang Gugatan Pilpres di MK, Ratusan Santri di Jombang Gelar Doa Bersama

Sambut HUT Bhayangkara ke-73, Ini Pesan Wabup Jombang

PPDB di Jombang Diprotes Orangtua Calon Siswa, Dinilai Tak Sesuai Aturan dan Minta Revisi Juknis

Ironisnya, di antara mereka terdapat satu remaja perempuan yang mengaku sedang hamil dua bulan.

Kepada petugas, remaja inisial AL (16), asal Kecamatan Ploso, Jombang, ini mengaku dihamili pacarnya, pengamen usia 23 tahun asal Mojokerto.

Selain berasal dari Jombang, sebagian dari para anjal yang terjaring operasi berasal dari luar daerah. Seperti dari Surabaya dan Bondowoso. Petugas kemudian mengangkut mereka ke Kantor Satpol PP.

Kabid Ketertiban Umum dan Sumberdaya Aparatur Satpol PP, Ali Arifin, mengatakan, para anjal yang terjaring ini akan diberi pembinaan secara khusus.

Sedangkan khusus untuk remaja yang hamil, Satpol PP akan memanggil orang tuanya. Kecuali itu, petugas juga akan melakukan pendampingan secara intensif hingga ada pertanggungjawaban dari pemuda yang menghamili.

“Mengaku dihamili pacarnya yang pengamen jalanan asal Mojokerto. Katanya, pacarnya mau bertanggung jawab. Makanya akan kami ajak mencari lokasi tempat pacarnya biasa mengamen. Akan kami panggil orang tuanya dan kami nikahkan,” ujarnya.

Ali Arifin juga akan berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk proses lebih lanjut, jika menemui kendala saat proses pendampingan terhadap AL ini.

Dalam razia ini, petugas terbagi tiga regu menyisir sejumlah jalan protokol dan tempat umum di kota setempat. Selain anak jalanan, Satpol PP juga menyasar Pedagang Kaki Lima (PKL) yang membuka lapaknya di bahu jalan dan pelanggaran reklame.

Namun demikian, para PKL yang ketahuan melanggar ini tidak dilakukan penyitaan barang dagangan mereka. Petugas hanya memberikan peringatan awal untuk tidak menggelar dagangan di tempat yang dilarang pemkab.

“Untuk PKL, sasaran kami dari perempatan Sambongdukuh (Jalan Brigjen Kretarto) ke utara sampai pintu masuk tol Jombang Mojokerto. Tadi ada beberapa lapak buah dan es degan membuka lapak di lokasi terlarang. Kami imbau untuk pindah,” tegas Ali Arifin.

Penulis: Sutono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved