Dampak PPDB Sistem Zonasi, 2.000 Siswa SMP/MTs di Kabupaten Blitar Belum Dapat Sekolah SMA/SMK

Dampak diberlakukan sistem zonasi, membuat orangtua kalang kabut. Sebab, hingga empat hari paska PPDB, 2000 siswa SMP/Mts belum dapat sekolah.

Dampak PPDB Sistem Zonasi, 2.000 Siswa SMP/MTs di Kabupaten Blitar Belum Dapat Sekolah SMA/SMK
KOMPAS.COM/RONY ARIYANTO NUGROHO
Ilustrasi PPDB. 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Dampak diberlakukan sistem zonasi, membuat orangtua kalang kabut.

Sebab, hingga empat hari paska penutupan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB), Kamis (27/6) kemarin, ada sekitar 2.000 siswa lulusan SMP dan Mts di Kabupaen Blitar, yang belum mendapatkan sekolah ke SMA atau SMK negeri.

Bahkan, jika tak ada kebijakan buat dari pemerintah, diperkirakan mereka bakal terancam gagal bersekolah.

PPDB Sistem Zonasi, Masuk SMP di Tuban Ada Poin Khusus Nilai Agama, Berikut Skornya

Dewan Pendidikan Sambut Baik Penambahan Tiga SMP Negeri Baru di Kota Malang: Bisa Jadi Solusi PPDB

Sebab, pendaftaran sudah ditutup, namun mereka belum mendapatkan sekolah.

Meski mereka sudah keliling ke berbagai sekolah SMA/SMK negeri, yang masuk zonasi terdekat dari rumahnya, namun tak ada sekolah yang bersedia menerimanya.

Alasannya, karena jarak rumah mereka dengan sekolah terdekat itu, dianggap terlalu jauh sehingga tak masuk zonasi.

Misalnya, Melfin, lulusan SMP negeri di Kecamatan Talun.

Ia hendak masuk ke SMA negeri I Kecamatan Talun, namun tak diterima.

Alasannya, rumahnya, yang di Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, dianggap tak masuk zonasi karena arak dengan sekolah SMA negeri Talun sekitar 5 km.

Sementara, ke SMA negeri lainnya, lebih jauh. Seperti SMA negeri di Kecamatan Garum, dan SMA negeri di Kecamatan Kademangan.

Halaman
12
Penulis: Imam Taufiq
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved