Investasi Bodong Rugikan Triliunan Rupiah, Satgas Waspada Investasi Ingatkan 'Jangan Mudah Tergiur'

Maraknya Investasi Bodong yang Rugikan Triliunan Rupiah, Satgas Waspada: Jangan Tergiur Bunga Tinggi.

Investasi Bodong Rugikan Triliunan Rupiah, Satgas Waspada Investasi Ingatkan 'Jangan Mudah Tergiur'
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing saat mengisi acara Sosialisasi Satgas Waspada Investasi di Sheraton Hotel and Towers Surabaya, Kamis (27/6/2019) siang 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Satgas Waspada Investasi mengungkap besarnya kerugian akibat adanya investasi bodong, Kamis (27/6/2019).

Beberapa bulan belakangan kerap didengar investasi perusahaan bodong yang merugikan investor hingga triliunan rupiah.

Otoritas Jasa Keuangan merilis total kerugian masyarakat atas aset yang disita karena investasi bodong mencapai Rp 88,8 Triliun.

Cegah Perjudian di Pilkades Serentak di Lamongan, Polisi Bakal Bentuk Satgas Khusus

Ajak HIPMI Kerjasama, Danaprospera Keluarkan Fitur Rekening Komuntas untuk Permudah Investasi

Penjelesan Tentang Forex, Investasi yang Pernah Buat Kevin Aprilio Bangkrut & Terlilit Utang Rp 17 M

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing menyampaikan, di antara penyebab maraknya investasi bodong adalah bunga tinggi.

"Masyarakat mudah tergiur bunga tinggi, sedangkan mereka belum paham investasi," kata dia, Kamis (27/6/2019) di Sheraton Hotel and Towers Surabaya.

Lebih lanjut Tongam juga menjelaskan, dampak yang ditimbulkan akibat investasi bodong itu bisa menciptakan kondisi instabilitas.

"Selain akan muncul image negatif terhadap produk keuangan, investasi bodong ini juga dapat mengganggu proses pembangunan," jelas dia.

Polda Jatim Bantah Klaim Ormas yang Berangkatkan Rombongan Warga Jawa Timur ke Mahkamah Konstitusi

Terjerat Kasus Korupsi Jasmas, Anggota DPRD Surabaya Ini Dijebloskan Tahanan, Sempat Diperiksa 7 Jam

Sebenarnya, investasi bodong ini dapat diketahui jika masyarakat lebih teliti dan waspada.

"Karakteristiknya biasanya menjanjikan keuntungan tak wajar dalam waktu yang dekat," ungkapnya.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih mengenal produk investasi terlebih dahulu.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved