Penjual Seragam di Wonokromo Surabaya Bakal Kaya Mendadak, Minta Ganti Rugi Rp 15 Juta per Meter

Para pemilik bedak penjual seragam dan aksesoris TNI Polisi di Jalan Wonokromo Surabaya akan kaya mendadak karena rejeki Nomplok. Sebanyak 11 penjual

Penjual Seragam di Wonokromo Surabaya Bakal Kaya Mendadak, Minta Ganti Rugi Rp 15 Juta per Meter
SURYA/DELYA OKTOVIE
Pembangunan jalan frontage Wonokromo baru mencapai 19 persen, Kamis (20/6/2019). Diharapkan, proyek selesai pada bulan Oktober 2019 tepat sebelum musim hujan. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Para pemilik bedak penjual seragam dan aksesoris TNI Polisi di Jalan Wonokromo Surabaya akan kaya mendadak karena rejeki Nomplok. Sebanyak 11 penjual seragam di kios bedak itu berhak atas ganti untung karena proyek Jembatan Joyoboyo.

Para pedagang itu tak menduga kalau lokasi tempat mereka berjualan di tepi sungai, pinggir jalan raya itu terkena dampak proyek infrastruktur kota. Bedak-bedak mereka akan dibeli Pemkot Surabaya untuk Pembangunan Jembatan Joyoboyo.

"Pada dasarnya saya manut demi kepentingan umum. Tapi mbok ya ganti rugi kami juga sepadan dan adil," kata Munir, salah satu pedagang seragam di kios bedak Jl Wonokromo saat ditemui surya, Kamis (27/6/2019).

Beberapa hari yang lalu, seluruh pemilik kios bedak seragam aparat itu dipertemukan dengan Pemkot. Selain mereka ada juga pihak kelurahan dan kecamatan. Para pedagang mendapat sosialiasisasi akan rencana Pembangunan jembatan pembelah anak Sungai Brantas tersebut.

Akan ada sekitar 26 Persil termasuk 11 pedagang kios bedak yang akan terkena dampak pembangunan infrastruktur kota tersebut. Hingga saat ini belum semua bisa dibebaskan. Termasuk 11 pedagang di kios bedak itu belum dibebaskan.

Madura United Vs Persebaya: 2-1, Bajul Ijo Kecewa Dengan Wasit, Djanur: Harusnya Dapat 2 Penalti

Residivis Narkoba dari Blitar Ini Diciduk Polisi di Rumahnya, Temukan Sabu 3 Gram di Laci Meja

Gubernur Jatim Khofifah Minta Wali Kota Surabaya Risma Diberikan Layanan Terbaik di RSUD dr Soetomo

"Belum ada pembicaraan detail mengenai harga ganti rugi. Namun sebelah kami di Wonokromo karena Pembangunan Frontage Road, lahan mereka dihargai Rp 15 juta per meter. Kami setidaknya sama," ucap Munir yang sejak 1979 menempati bedak kios tersebut.

Mereka rata-rata menempati bedak ukuran 4x5 meter ada yang di bawah ukuran ini. Selain jualan seragam aparat, ada juga yang jualan dompet kulit dan stempel.

Para pedagang mengaku akan manut dan mendukung terealisasinya Pembangunan jemabatan tersebut. "Kami juga perlu mencari tempat pengganti kios ini. Itu tidak mudah," timpal, Fadli, pedagang yang lain.

Munir sendiri saat ini sudah ancang-ancang menempati lokasi di belakang lokasi lama. Dia beruntung karena tempat itu adalah peninggalan keluarganya. Para pedagang tetap akan bertahan dengan harga yang pas dan melalui pembicaraan.

Pemkot sendiri saat ini telah membuat harga apraisal untuk seluruh Persil yang akan dibebaskan untuk Pembangunan Jembatan Joyoboyo. Dari sekitar 26 Persil itu separo sudah dibebaskan.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved