Penumpang dari Madura Diciduk Bea Cukai Juanda Karena Bawa Sabu 815 Gram, Selundupan dari Malaysia

Penumpang dari Madura Diciduk Bea Cukai Juanda Karena Bawa Sabu 815 Gram, Selundupan dari Malaysia di Bandara Juanda.

Penumpang dari Madura Diciduk Bea Cukai Juanda Karena Bawa Sabu 815 Gram, Selundupan dari Malaysia
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Pelaku penyelundupan sabu Mulyono Bin Hasan saat ditunjukkan kepada awak media, Kamis (27/6/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Kantor Bea Cukai Juanda amankan penumpang pembawa sabu seberat 815 gram.

Kepala Kantor Bea Cukai Juanda, Budi Harjanto mengatakan penumpang yang bernama Mulyono Bin Hasan (54) asal Sokobanah, Sampang, Madura ditangkap hari Minggu (16/6/2019) di Terminal 2 (T2) Kedatangan Internasional Bandara Juanda.

Polisi Razia di 3 Wilayah Sidoarjo Buat Antisipasi Massa Jelang Hasil Putusan Sengketa Pilpres 2019

Janda Muda Ini Diringkus Polisi, Kepergok Akan Transaksi Sabu di Dekat Minimarket di Sidoarjo

Desa Kedungbanteng Sidoarjo Digadang Jadi Daerah Penghasil Lele, Warga Mulai Coba Budidaya Lele

"Saat itu kita mendapat informasi adanya penyelundupan sabu dari Malaysia melalui peswat Air Asia QZ 331. Setelah itu dilakukan analisis profiling terhadap seluruh penumpang. Dan kita langsung mencurigai penumpang bernama Muyono Bin Hasan yang membawa 2 buah tas jinjing berukuran sama," ujarnya kepada TribunJatim.com, Kamis (27/6/2019).

Setelah itu, petugas langsung melakukan pemeriksaan barang bawaan penumpang tersebut menggunakan x ray. Dan ditemukan 2 bungkus sabu seberat 815 gram yang disembunyikan melalui sela lipatan baju.

"Akhirnya pelaku kita amankan dan akhirnya mengakui sabu tersebut merupakan titipan temannya dari Malaysia," tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut ternyata juga diketahui pelaku positif mengonsumsi sabu.

"Dirinya memakai sebelum berangkat ke Bandara Kuala Lumpur menuju ke Bandara Juanda. Alasan dirinya memakai sabu agar kepercayaan dirinya meningkat saat membawa barang haram tersebut," jelasnya.

Saat ini pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Dan terancam pidana penjara maksimal 20 tahun.

"Pelaku sendiri kita kenakan Pasal 113 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika juncto Pasal 102 huruf e UU No 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan UU No. 17 Tahun 2006. Dengan pidana hukuman mati atau 20 tahun penjara," tandasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved