Sektor Pariwisata dan Kebudayaan Pasuruan Kian Terpuruk, Pemkab Pasuruan Peras Otak Cari Solusi

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf sedang mencari cara untuk meningkatkan sektor pariwisata di Kabupaten Pasuruan.

Sektor Pariwisata dan Kebudayaan Pasuruan Kian Terpuruk, Pemkab Pasuruan Peras Otak Cari Solusi
SURYA.CO.ID/GALIH LINTARTIKA
Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf (Gus Irsyad), Senin (13/5/2019). 

 TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf sedang mencari cara untuk meningkatkan sektor pariwisata di Kabupaten Pasuruan.

Nasib pariwisata di Kabupaten Pasuruan memang sedang lesu paska terimbas operasionalnya ruas jalan tol Pandaan - Malang, dan Gempol - Pasuruan.

Bahkan, itu terlihat dari anggaran bidang pariwisata dan kebudayaan tahun 2018 yang terserap tidak maksimal.

Berdasar laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2018, belanja urusan pariwisata dan kebudayaan hanya terserap 86,85 persen atau sebesar Rp 21,278 miliar dari yang dianggarkan Rp 24,499 miliar.

Serapan anggaran yang menjadi prioritas pembangunan tahun 2018 merupakan yang terkecil dibandingkan bidang-bidang lainnya.

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, menyatakan pada tahun 2018 merupakan tahun terakhir kepemimpinannya pada periode pertama. Sehingga meski menjadi program prioritas, pihaknya tidak bisa melakukan pengawasan secara maksimal.

“Itu mungkin saat saya sudah tidak menjabat Bupati Pasuruan. Sehingga tidak bisa melakukan pengawasan program,” kata Irsyad Yusuf kepada Tribunjatim.com.

Dampak PPDB Sistem Zonasi, 2.000 Siswa SMP/MTs di Kabupaten Blitar Belum Dapat Sekolah SMA/SMK

Mobil Grand Livina Pelankan Laju, 4 Kendaraan Tabrakan Karambol di Tol Waru, Bodi Mobil Penyok

Terjerat Kasus Korupsi Jasmas, Anggota DPRD Surabaya Ini Dijebloskan Tahanan, Sempat Diperiksa 7 Jam

Namun pihaknya mengakui bahwa minimnya serapan anggaran tersebut karena faktor pengetatan dalam pengelolaan anggaran. Sehingga jika anggaran tersebut tidak efektif dan efisien, lebih baik dimanfaatkan untuk program lainnya.

Sejak beroperasinya ruas jalan tol Pandaan-Malang dan Pandaan-Probolinggo, sektor pariwisata di Kabupaten Pasuruan yang paling besar terimbas dampak negatifnya. Para wisatawan lebih memilih melintas mulus menuju Malang dan Probolinggo.

“Saya sudah banyak menerima laporan imbas negatif operasional ruas jalan tol. Sektor pariwisata dan restoran banyak mengalami penurunan,” jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Saat ini, pihaknya tengah memeras otak untuk mengembalikan kejayaan sektor pariwisata dan kebudayaan di Kabupaten Pasuruan. Diantaranya dengan mengoptimalisasikan pariwisata yang sudah ada. (lih/Tribunjatim)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved