Ratusan Bangkai Ayam Dibuang di Kali Gemah Magetan Resahkan Warga, Ada Puluhan Karung Goni

ratusan bangkai ayam dibuang di Kali Gemah, tepatnya dibawah jembatan Gemah, Jalan Raya Magetan - Sarangan, Kecamatan Plaosab, Magetan, Jawa Timur

Surya/ Doni Prasetyo
Puluhan karung goni berisi ratusan bangkai ayam yang dibuang disekitar jembatan Gemah, Pacalan, Kecamatan Plaosan, Magetan diduga buangan peternak ayam di kawasan Plaosan, Magetan, mencemari lingkungan dan menyebarkan penyakit kulit. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Puluhan karung goni berisi ratusan bangkai ayam dibuang di Kali Gemah, tepatnya dibawah jembatan Gemah, Jalan Raya Magetan - Sarangan, Kecamatan Plaosab, Magetan, Jawa Timur. Akibatnya, selain bau bangkai juga pencemaran lingkungan dan penyakit kulit.

"Kami tidak tahu buangnya kapan, jam berapa. Setahu kami pembuangan bangkai ayam ini sudah terjadi lama, tapi tidak tahu siapa pembuangnya, dan waktunya kapan," kata Yadi, petani yang ditemui Surya, saat garap sawahnya yang berada dipinggir Kali Gemah, Jumat (28/6).

Menurut Yadi, ratusan bangkai ayam yang dibungkus puluhan karung goni itu dibuang dibawah jembatan Gemah, saat kondisi di jalanan wilayah Plaosan sepi, atau sekitar jam 22.00 - 03.00 pagi dini hari.

"Kemungkinan pembuangan bangkai itu dilakukan saat situasi Jalan Raya Magetan - Sarangan sepi, sekitar tengah malam sampai pagi dini hari," kata Yadi, petani warga Desa Sangngeng, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan ini kepada Tribunjatim.com.

Akibat pembuangan bangkai, lanjut Yadi, banyak tanaman milik petani di sepanjang Kali Gemah mati saat di siangi dengan air dari sungai Gemah. Tidak itu saja, air Kali Gemah yang tercemar bangkai ayam ini menyebabkan gatal gatal dikulit.

SUV Hybrid Toyota C-HR Sasar Kaum Milenial,Toyota Luncurkan Mobil Hybrid C-HR di Surabaya

Jusuf Kalla, Emil Dardak dan Arumi Jenguk Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya Tulis Terima Kasih

Akad Nikah Putri Khofifah Berlangsung Sakral, JK dan Gus Solah Jadi Saksi Pernikahan

"Peringatan yang dipasang Pemda tidak kelihatan dan terlalu kecil, lagian sanksi pidananya sangat ringan, sehingga pelaku pencemaran lingkungan tidak takut. Padahal air sungai ini mengalir sampai di Bengawan Madiun, berapa nilai kerugian yang ditanggung warga,"katanya.

Dikatakannya, kasus pembuangan bangkai ayam di Kali Gemah, Plaosan ini sudah terjadi lama, pastinya warga tidak bisa menyebut. Namun lebih dalam kurun waktu setahun.

"Sebenarnya kita ini ke sawah setiap waktu, kadang tengah malam, kadang, pagi sebelum jam 04.00, tapi kami belum pernah tahu. Tahu kami, bangkai yang dibungkus karung goni berwarna putih bekas bungkus pakan ayam ini, sudah ada di Kali Gemah dengan bau bangkai menyengat," ujar Yadi kepada Tribunjatim.com.

Seperti diketahui, disepanjang Jalan Raya Magetan - Sarangan dikiri dan kanan jalan, dipenuhi kandang kandang peternakan ayam petelur dan pedaging. Keberadaan kandang itu, membuat polusi udara, yang menimbulkan bau tidak sedap setiap wisatawan yang lewat hendak menuju Sarangan.

Padahal ditempat itu sudah dipasang papan larangan membangun dipinggir sungai dan membuangan sampah di sungai, dengn menuliskan ancaman Peraturan Daerah (Perda) tentang irigasi Nomor 20 tahun 2003 pasal 19 dengan ancaman hukuman tiga bulan penjara dan denda Rp 5 .000. 000, dan pembongkaran bangunan tanpa ganti rugi. (tyo/Tribunjatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved