Harga Ayam Potong di Kabupaten Jombang Mulai Naik, Namun Peternak Masih Merugi

Harga ayam potong jenis broiler di Jombang mulai merambat naik, setelah sempat anjlok. Kendati demikian, peternak di kota santri mengaku belum untung

Harga Ayam Potong di Kabupaten Jombang Mulai Naik, Namun Peternak Masih Merugi
SURYA/HANIF MANSHURI
Ternak ayam di Lamongan 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Harga ayam potong jenis broiler di Jombang mulai merambat naik, setelah sempat anjlok. Kendati demikian, peternak di kota santri mengaku belum untung, bahkan tetap rugi.

Saat ini harga ayam broiler dalam kondisi hidup Rp 13.000 per kilogram. Itu setelah setelah sebelumnya sempat terjun bebas hingga Rp 8.000 per kilogram.

Kenaikan sebesar Rp 5.000 per kilogram ini ternyata masih belum mempu menghasilkan keuntungan bagi peternak. Jangankan untung, untuk sekadar kembali modal saja belum terpenuhi. Singkatnya, petani masih merugi.

Jangankan untung, untuk sekadar kembali modal saja belum terpenuhi. Singkatnya, petani masih merugi.

Sebab, harga dengan hargta Rp 13.000 per kilogram saat ini, belum bisa menutupi biaya pakan dan biaya operasional yang dikeluaran peternak.

Rata-rata, pengeluaran untuk operasional dan biaya pakan Rp 2,5 juta per seribu ekor. Harga normal sebelum turun mencapai Rp 18.500 perkilogram.

Farizal Asro, peternak ayam asal Kecamatan Kesamben mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah akibat murahnya harga ayam ini.

Khofifah Mantu, Polisi Ubah 7 Ruas Jalan Jadi Area Parkir Insidentil di Grand City Surabaya

Tersungkur di Jalan Manukan Surabaya Seusai Tersenggol Sepeda Motor, Pria Gresik Tewas

Tampak Harmonis, Raffi Bongkar ‘Kerapuhan’ Rumah Tangga, Hal Pribadi Rupanya Tak Boleh Saling Tahu

Dia merinci, untuk pakan biaya yang dikeluarkan Rp 7.000 per kilogram. Sedangkan biaya operasional, termasuk merawat ayam dari kondisi doc (day old chick + bibit ayam) hingga siap potong selama 30 sampai 40 hari mencapai Rp. 2,5 juta.

"Sehingga harga Rp 13.;000 perkilogram masih jauh di bawah normal. Harga doc saja sekarang Rp 6500 per ekor. Itu saja sudah separuh dari harga jualnya kan?,” ungkapnya dalam nada tanya, kepada Surya.co.id, Sabtu (29/6/2019).

Asro menjelaskan, murahnya harga ini karena stok yang tak seimbang dengan kebutuhan pasar. Stok di pasar terlalu banyak sehingga memicu murahnya harga ayam. Meski begitu, dia tak bisa berbuat banyak dan tetap menjual ayamnya sesuai harga pasaran.

Dijelaskan, agar bisa mendapatkan untung, harga ayam yang ideal ditingkat peternak minimal Rp 18.250 per kilogram. Sedantgkan harga jual daging ayam di pasaran Rp 24.000 – 25.000 per kilogram.

“Jika harga jual ayam hidup Rp 18.250 per kilogram, itu sudah bisa menutup biaya operasional dan ada sedikit keuntungan. Kalau masih sekitaran Rp 13.000, lama-kama kami bisa gulung tikar," pungkasnya kepada Tribunjatim.com.

Di pasar tradisional Jombang sendiri, harga daging ayam potong sekitar Rp 21.000. Harga tersebut turun sekitar Rp 6.000 – 7.000 per kilogram dari pekan lalu yang mencapai Rp 28.000.

“Saya beli tadi di pasar, daging ayam potong harganya Rp 21 ribu. Padadal satu pekan lalu saya beli masih Rp 28.000,” pungkas Rita Setyoningsih, ibu rumah tangga asal Desa Mancar, Kecamatan Peterongan.(Sutono/Tribunjatim.com)

Penulis: Sutono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved