Ingin Motor Matic Lebih Awet, Perhatikan Hal Ini

Motor matic sekarang tetap menjadi jenis sepeda motor paling laris di minati di Indonesia.

Ingin Motor Matic Lebih Awet, Perhatikan Hal Ini
AHM via Tribun Lampung
All New Honda BeAT eSP. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Motor matic sekarang tetap menjadi jenis sepeda motor paling laris di minati di Indonesia.

Mengendarai sepeda motor matic ada triknya tersendiri agar mesin tidak mudah rusak dan onderdilnya tak cepat aus.

Technical Service Division Head MPM , Satyo Prahnowo menjelaskan agar kendaraan matic lebih awet perlu memperhatikan perawatan yang benar dan teknik mengendarainya.

Berikut ada 6 hal yang Sering Dilakukan Pengendara Motor Matic, yaitu :

1.Menarik bukaan gas terlalu banyak waktu di tanjakan.
Sewaktu melintasi jalan yang menanjak posisi kendaraan berada melawan gravitasi. Seharusnya buka gas menggunakan cara yang bertahap agar memperoleh tenaga yang maksimal.

2.Menarik gas sambil menarik rem.
Biasanya terjadi ketika sedang macet. Pengendara motor matic seringkali menahan gas sambil menarik tuas rem.
Tentunya menjadikan kampas kopling menjadi cepat habis berputar terus ketika gas ditarik.

3. Menarik tuas rem belakang ketika jalanan menurun.
Seharusnya, lebih memprioritaskan pemakaian rem depan dulu saat melintasi jalanan turunan.

Ribuan Anjing Kumpul di SCC Pakuwon Trade Center Surabaya Ikuti International Dog Competition

Hadir di Resepsi Pernikahan Putri Gubernur Khofifah, Dewi Yull Nyanyikan 10 Lagu

Unair Surabaya Meluluskan 985 Wisudawan, Rektor : Berpegang Teguh Nilai Excellence with Morallity

Pemakaian rem bisa menahan daya dorong motor yang semakin besar ke depan sewaktu jalan menurun. Selanjutnya ikuti pemakaian rem belakang supaya motor tetap seimbang.

4. Tidak teratur ganti oli gardan, busi dan filter udara
Penggantian pada oli mesin, oli transmisi, busi dan filter udara seharusnya dikerjakan secara rutin. Pada oli transmisi ada baiknya diganti setiap jarak tempuh dengan kelipatan 8.000 km.

Agar pembakaran sempurna dan mengoptimalkan tenaga engine, tenaga besar tapi tetap irit bahan bakar, maka penggantian filter udara setiap 16000km dan penggantian busi setiap 8000km.

Halaman
12
Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved