Surabaya Punya Perda Kawasan Tanpa Rokok , Merokok di 7 Lokasi ini Siap Didenda Rp 250.000

Sanksi administratif itu berlaku karena saat ini Kota Surabaya telah memiliki Perda 2/2019. Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) ini mengatur tidak hanya

Surabaya Punya Perda Kawasan Tanpa Rokok , Merokok di  7 Lokasi ini Siap Didenda Rp 250.000
Shutterstock
Ilustrasi 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Siap-siap bagi perokok yang sembarangan mengisap rokok di tempat umum dan tempat tertentu. Jika kedapatan melakukan aktivitas merokok di tempat-tempat yang dilarang itu akan dikenakan denda sebesar Rp 250.000.

Sanksi administratif itu berlaku karena saat ini Kota Surabaya telah memiliki Perda 2/2019. Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) ini mengatur tidak hanya merokok, tapi setiap aktivitas yang berkaitan dengan rokok dan tembakau diatur dalam Perda ini.

"Sudah ada persetujuan provinsi dan sudah kami jadikan Perda bersama DPRD. Tinggal menunggu Perwali untuk Juknis Perda ini. Termasuk berlaku denda Rp 250.000 bagi perokok yang melanggar," terang Kabag Hukum Pemkot Surabaya Ira Tursilowati, Sabtu (29/6/2019).

Setiap orang dilarang merokok dan melakukan aktivitas yang terkait dengan rokok dan tembakau di tempat-tempat umum, tempat

Kerja dan kantor Pemerintah. Bahkan di tempat kerja pun dilarang melakukan aktivitas rokok ini.

Termasuk berjualan, beriklan, mempromosikan produk rokok. Setiap kantor atau tempat kerja wajib menyediakan tempat khusus merokok. Namun smoking area itu harus di ruang terbuka tidak berada satu lokasi di tempat kerja.

VIDEO: Meriahnya Momen Dewi Yull Bernyanyi di Pernikahan Putri Gubernur Khofifah

Kondisi Risma Mulai Membaik, Bisa Komunikasi dan Tanyakan Kondisi Surabaya dan Anak Yatim

Tampak Harmonis, Raffi Bongkar ‘Kerapuhan’ Rumah Tangga, Hal Pribadi Rupanya Tak Boleh Saling Tahu

Smoking area itu harus berhubungan langsung dengan udara luar sehingga udara dapat bersirkulasi dengan baik. Tempat merokok itu harus terpisah dari tempat utama atau aktivitas orang.

Ira menyebut ada setidaknya tujuh kawasan yang wajib dilarang merokok. Ketujuh daerah KTR itu adalah:

- sarana kesehatan;
- tempat proses belajar mengajar;
- arena kegiatan anak;
- tempat ibadah;
- angkutan umum;
- tempat kerja (Kantor)
- tempat umum (taman fasilitas publik lain) Dan tempat lainnya.

Kabag Hukum Ira menyebutkan bahwa pihaknya saat ini juga tengah menyempurnakan Draft Perwali KTR. Sebab paling lambat 6 bulan setelah Perda diundangkan atau disahkan sudah harus dijalankan. Perda KTR sebenarnya sudah diundangkan sejak awal Mei lalu.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved