Dishub Kota Malang: Penerapan Parkir Berlangganan Diprediksi Buat Pendapatan Daerah Jatuh

Kasi Pendataan Parkir Dinas Perhubungan Kota Malang, Hary Dwi Yunianto mengatakan pihaknya terus berupaya memperbaiki manejemen parkir di Kota Malang.

Dishub Kota Malang: Penerapan Parkir Berlangganan Diprediksi Buat Pendapatan Daerah Jatuh
Surya/samsul hadi
ilustrasi parkir 

TRIBUNJATIM.COM, KLOJEN - Kasi Pendataan Parkir Dinas Perhubungan Kota Malang, Hary Dwi Yunianto mengatakan pihaknya terus berupaya memperbaiki manejemen parkir di Kota Malang.

Mereka pun siap untuk menerapkan program terkait BUMD, BLUD, maupun bekerjasama dengan pihak ke tiga berkaitan dengan pengelolaan parkir.

Hary menerangkan, kajian harus terus dilakukan terlebih dulu agar program bisa berjalan dengan baik dan masyarakat tak terbebani.

Di satu sisi, Hary menjelaskan tentang parkir berlangganan.

(Parkir Liar di Bahu Jalan Pasar Tradisional Kolpajung Pamekasan Dikeluhkan Warga: Bikin Macet!)

Menurutnya, upaya penerapan parkir berlangganan selama ini sudah beberapa kali dibicarakan.

Namun menurut Hary, penerapan parkir berlangganan berdampak pada rendahnya pendapatan daerah.

Alasannya, berdasarkan hasil studi banding di Kabupaten Sidoarjo, proses mengurus parkir langganan dijadikan satu dengan pengurusan pajak kendaraan setiap tahunnya.

Ada pembagian antar instansi sehingga membuat PAD dari sektor retribusi kecil.

"Saya dapat cerita, ada pembagian dengan prosentase tertentu, dan pada akhirnya PAD Kabupaten Sidoarjo dari sektor retribusi parkir hanya Rp 3,1 Miliar. Jauh dari perolehan keseluruhan yang mencapai Rp 29 Miliar,” jelasnya belum lama ini.

Hal serupa menurutnya juga terjadi di setiap daerah yang telah menerapkan parkir berlangganan.

Halaman
123
Penulis: Benni Indo
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved