Surat 'Mahasiswa Universitas Trunojoyo' Bahas Begal Tersebar di Medsos, Polda Jatim Angkat Bicara

Sebuah pesan yang disusun menggunakan 855 kata dalam bahasa Indonesia, beredar di jagad maya media sosial secara berantai sejak Jumat (28/6/2019)

Surat 'Mahasiswa Universitas Trunojoyo' Bahas Begal Tersebar di Medsos, Polda Jatim Angkat Bicara
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebuah pesan yang disusun menggunakan 855 kata dalam bahasa Indonesia, beredar di jagad maya media sosial secara berantai sejak Jumat (28/6/2019) kemarin.

Di bagian paling bawah pesan itu, tertulis 'salam hormat Ahmad Ghazali Gresik, 28 Juni 2019'.

Diduga itu merupakan nama dari si penulis termasuk lokasi dan keterangan waktu saat menuliskan pesan tersebut.

Merujuk pada pesan itu, Ahmad Ghazali mengaku sebagai mahasiwa Universitas Trunojoyo Madura.

(Tri Rismaharini Membaik, Tulis Surat Untuk yang Mendoakan, Khawatirkan Anak Yatim dan Laporan Camat)

Ditilik dari maksud tersurat pesan tersebut, si penulis hendak bekeluh kesah tentang masalah maraknya aksi kriminal yang dilakukan para pelaku begal menyasar mahasiswa Universitas Trunojoyo.

Ahmad Dhazali dalam surat itu menyebut secara khsusu menulis surat terbuka itu untuk Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan.

Menanggapi hal tersebut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera angkat bacara.

Ia menegaskan bahwa pesan tersebut terbilang informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya, karena didukung beberapa bukti.

"Itu sudah jelas hoax kok, apanya yang perlu ditanggapi," katanya saat dihubungi TribunJatim.com, Minggu (30/6/2019).

Menurut Kombes Pol Frans Barung Mangera, nama Ahmad Ghazali ternyata tidak tercatat dalam daftar mahasiwwa Universitas Trunojoyo.

"Kami telah lakukan pengecekan kalau orang itu nama itu tidak terdaftar di kampus yang disebut," katanya.

(Puluhan Mahasiswa Triple Helix Ubaya Panjatkan Doa dan Surat Harapan Kesembuhan Tri Rismaharini)

Kalaupun Ahmad Ghazali bukan sosok fiktif dan benar-benar mahasiawa Universitas Trunojoyo, Polda Jatim hanya menilai surat terbuka itu sebagai masukan kepada institusi Polri untuk meningkatkan keamanan dan menekan angka kejahatan begal.

Namun pada kenyataanya, Barung mengungkapkan, angka kejahatan begal di kawasan tersebut terbilang menurun.

"Petugas kami yang ada dipolres Bangkalan sudah bekerja maksimal, mereka lebih tahu wilayahnya," tandasnya.

(Polda Jatim Bantah Klaim Ormas yang Berangkatkan Rombongan Warga Jawa Timur ke Mahkamah Konstitusi)

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved