Hawa di Surabaya Terasa Dingin, BMKG: Surabaya Dilanda Fenomena Angin Timur

Surabaya yang identik dengan hawa panas, akhir-akhir ini terasa lebih dingin. Hal ini diakui sendiri oleh sejumlah warga.

Hawa di Surabaya Terasa Dingin, BMKG: Surabaya Dilanda Fenomena Angin Timur
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Uji coba Suroboyo Bus di MERR-Gunung Anyar Surabaya, Jumat (28/6/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Surabaya yang identik dengan hawa panas, akhir-akhir ini terasa lebih dingin.

Hal ini diakui sendiri oleh sejumlah warga. Satu contohnya Afrieza Zaqi Sutan Marhoem (24) yang terbiasa bersepeda pagi.

"Saya kan tiap tahun ke Bandung, Surabaya sekarang dinginnya seperti Bandung. Rasa dinginnya waktu pagi itu seperti Bandung sehari-hari. Saya gowes saja sampai kedinginan," ujarnya, Senin (1/7/2019).

Ada lagi Yudith Listy (23), menurutnya Kota Pahlawan saat siang hari kini tidak segerah biasanya. Kondisi ini membuat warga Tambaksari tersebut senang saat pergi ke luar di siang hari.

(Suhu Dingin di Malang Raya 15 Derajat, BPBD Imbau Warga Waspadai Penyakit Asma hingga Sesak Napas)

"Kita biasanya siang-siang kena panas matahari itu gerah, sekarang itu kena anginnya dingin, jadi tidak seberapa gerah, beda sama Surabaya biasanya. Tapi lebih baik seperti ini sih, jadi siang hari tidak kepanasan," kata Yudith 

Menurut Kepala Forecaster Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) Maritim Perak II, Ari Widjajanto, perubahan suhu udara ini lumrah terjadi.

Terlebih ketika peralihan cuaca pada bulan Mei ke Juni, yang disebabkan posisi gerak semu matahari cenderung menjauh dari garis khatulistiwa, tepatnya di belahan bumi utara.

Posisi tersebut, katanya, menunjukkan bahwa Indonesia sedang merasakan fenomena angin timur, alias penanda masuk musim kemarau.

"Angin timuran itu menjadi tanda bahwa saat ini telah masuk musim kemarau di wilayah Indonesia. Karena di sebagian besar wilayan Indonesia berada di posisi selatan equator, maka dari itu terjadi musim kemarau," jelas Ari.

(Fenomena Embun Upas Terjadi di Gunung Bromo dan Semeru, Suhu Capai 0 Derajat Celsius pada Malam Hari)

Tetapi, tidak semua wilayah di Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Yang belum, beberapa di antaranya adalah Sumatera, Sulawesi, Papua dan Maluku.

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved