Kemenag Kini Bolehkan Calon Jamaah Haji yang Meninggal Sebelum Berangkat Bisa Digantikan Ahli Waris

Setiap anggot keluarga yang menjadi ahli waris dari Calon Jamaah Haji (CJH) ini bisa langsung menggantikan posisi keluarganya yang meninggal.

Kemenag Kini Bolehkan Calon Jamaah Haji yang Meninggal Sebelum Berangkat Bisa Digantikan Ahli Waris
TRIBUNJATIM.COM/Febrianto Ramadani
Ilustrasi jamaah haji 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kabar gembira bagi anggota keluarga yang ditinggal mati Calon Jamaah Haji (CJH).

Setiap anggot keluarga yang menjadi ahli waris dari Calon Jamaah Haji (CJH) ini bisa langsung menggantikan posisi keluarganya yang meninggal sebelum berangkat haji. 

Plt Kepala Kanwil Kemenag Jatim Moch Amin Mahfud menuturkan bahwa Pemerintah saat ini memberikan kemudahan bagi anggota keluarga yang ditinggal mati CJH. "Syaratnya adalah yang telah ditunjuk keluarga," jelasnya, Senin (1/7/2019).

Kemenag Tuban Ajukan 210 Orang Kuota Haji Pelunasan Tahap Dua, Namun yang Diterima 110 CJH

Namun yang CJH yang berhak digantikan anggota keluarga itu adalah mereka yang sudah melunasi setoran haji. Artinya yang memang berangkat tahun ini. Bukan yang meninggal sebelum melunasi setoran haji. 

Aturan menggantikan CJH yang meninggal oleh anggota keluarga itu baru berlaku tahun ini. Sebelumnya CJH yang meninggal, porsi hajinya hangus dan tak bisa digantikan. 

Anggota keluarga kalau mau berhaji tidak bisa menggantikan kuota haji milik keluarga yang meninggal. Mereka tetap mendaftar dan antre.

Misalnya jika mendaftar tahun ini akan berangkat 25 tahun mendatang. Tahun ini otomatis bisa menggantikan porsi milik CJH yang meninggal. 

"Namun keberangkatannya harus tahun berikutnya. Tidak bisa tahun ini juga," kata Amin.

Kasi PHU Kemenag Kabupaten Mojokerto Beberkan Ada 1.009 CJH Masuk Kategori Risiko Tinggi

Sebab ahli waris atau keluarga yang ditunjuk itu perlu Pesiapan melengkapi dokumen perjalanan haji. Mulai paspor, visa, dan administrasi lain ke Kemenag. Jika CJH meninggal 2019 ini, yang ditunjuk bisa pergi haji 2020. 

Namun sistem menggantikan porsi haji keluarga itu tidak berlaku bagi CJH yang sudah terbang dan meninggalnya di tanah suci. Sebab kalau di tanah suci artinya sudah berhaji. 

Kemenag Jatim saat ini masih mendata berapa CJH yang sudah meninggal sebelum berangkat. Amin menuturkan bahwa saban tahun selalu ada CJH Yang meninggal. Banyak jemaah juga SF berisiko tinggi karena usia dan riwayat penyakit.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved