Kisah Pemulung di TPA Supit Urang Malang, 12 Tahun Kerja di Tumpukan Sampah & Temukan Uang Rp 3 Juta

Kisah Pemulung di TPA Supit Urang Malang, 12 Tahun Kerja di Tumpukan Sampah & Temukan Uang Rp 3 Juta.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Sudarma Adi
SURYA/RIFKY EDGAR
Slamet Riyadi (30), satu di antara ratusan pemulung yang menggantungkan hidupnya di TPA Supit Urang, Kota Malang, Senin (1/7). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Menjadi seorang pemulung bukanlah impian bagi kebanyakan orang.

Setiap harinya, di TPA Supit Urang terdapat ratusan pemulung yang mengharapkan nasibnya dari barang-barang bekas.

Mereka mencari sampah-sampah sisa yang bisa diuangkan kembali sebagai mata pencaharian mereka.

Seperti yang dilakukan oleh Slamet Riyadi (30), warga Jalan Rawisari, Mulyorejo yang sehari-harinya memulung di TPA Supit Urang Kota Malang.

Destinasi Wisata Lon Malang di Sampang Dilarang Sajikan Hiburan Musik hingga Spot Foto Tema Cinta

Polres Malang Ciduk Sejumlah Pelaku Judi Pilkades di Kabupaten Malang

Aplikasi AMIN untuk Anak Segera Diluncurkan di Kota Malang, Beranggotakan Anak Usia 5-12 Tahun

Pria yang memiliki satu anak ini, hampir setiap hari mencari botol air mineral untuk dikumpulkan.

Ia mengaku, menjadi pemulung sejak berusia 18 tahun yang kala itu di ajak oleh temannya.

Dalam sehari, ia mengaku mendapatkan tiga sampai empat karung yang nantinya akan ia jual kepada pengepul.

"Tiap satu karung beratnya ga tentu, tiap hari saya bisa kumpulkan uang Rp 50 Ribu sampai Rp 100 Ribu," ucapnya kepada TribunJatim.com, pada Senin (1/7).

Bahkan, Slamet juga bercerita pernah mendapatkan uang senilai Rp 3 Juta yang berada di dalam amplop.

Uang itu ia dapatkan di dalam tumpukan sampah yang berada di gunungan TPA Supit Urang.

"Masih amplopan dan dalam keadaan basah. Di amplop itu ada tulusan Bank Indonesia," ujarnya.

Di sisi lain, ratusan pemulung yang berada di TPA Supit Urang itu ternyata banyak membantu Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang dalam mengurai sampah.

Kasus sampah plastik yang kini menjadi momok masyarakat dibawa oleh para pemulung untuk dijualnya kepada para pengepul.

Keberadaan para pemulung ini ternyata membawa efek bagus bagi Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved