Polrestabes Gelar HUT Bhayangkara Lebih Religius, PCNU Surabaya: Polri Tak Hanya Andalkan Fisik Saja

Polrestabes Surabaya merayakan HUT Bhayangkara ke 73 dengan format acara yang berbeda dari tahun sebelumnya.

Polrestabes Gelar HUT Bhayangkara Lebih Religius, PCNU Surabaya: Polri Tak Hanya Andalkan Fisik Saja
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Gus Ali, Muhibbin Zuhri, dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho, Minggu (30/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Polrestabes Surabaya merayakan HUT Bhayangkara ke 73 dengan format acara yang berbeda dari tahun sebelumnya.

Perayaan tahun ini, Polrestabes Surabaya secara sengaja ingin menyajikan nuansa religius dalan memperingat marwah institusi Polri yang ke-73 tahun.

Polrestabes Surabaya mengajak masyarakat melaksanakan khotmil quran secara serentak, bersama jajaran polsek yang tersebar se-Surabaya.

Seusai Penetapan Pemenang Pilpres 2019 oleh KPU, Gus Ali Sebut Masih Banyak PR yang Harus Dibenahi

Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Rety Husin mengakui bila perayaan HUT Bhayangkara tahun lalu, tidak seperti ini.

Baginya, perayaan HUT Bhayangkara ke 73 ditahun ini lebih saratkan nuansa religius.

"Iya kayaknya ini baru pertama kali," katanya pada TribunJatim.com, Minggun(30/6/2019).

Ketua PCNU KH Muhibbin Zuhri menuturkan, dirinya sangat mengapresiasi ide Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho dalam mengemas acara HUT Bhayangkara ke 73 dalam nuansa religius.

"Pada syawal disampaikan pada saya keinginan beliau berkaitan dengan segera datangnya tanggal 1 juli yang malam ini kita peringati, beliau menginginkan supaya ada nuansa religious dalam peringatan HUT Bhayangkara 73," lugasnya.

Ketua PCNU Kota Surabaya Komentari Sikap Kapolrestabes Baru, Sebut Soal Geopolitik dan Sosiologi

Sebagai warga NU, Zuhri menilai, ada suatu kesadaran dari institusi Polri untuk tak lagi melulu menggunakan kekauatan fisik, rasionalitad ataupun hitungan matematis dalam memberikan pelayanan keamanan bagi masyarakat.

"Kami segenap ulama dan warga Nahdliyin tentu saja sangat bergembira dan menyambut ini dengan syukur," katanya.

Namun, kini mulai sadar untuk menggunakan pendekatan humanis berlandaskan kekuatan spiritualitas dan keimanan kepada Tuhan.

"Berarti polri tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik rasionalitas hitung hitungan matematis, tapi kekuatan spiritual dan keimannnaya kepada Allah SWT sangat kuat," tandasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved