Seusai Penetapan Pemenang Pilpres 2019 oleh KPU, Gus Ali Sebut Masih Banyak PR yang Harus Dibenahi

Pasca penetapan pemenang dalam pilpres 2019 Minggu (30/6/2019) sore, Gus Ali berharap masyarakat Indonesia kembali melebur.

Seusai Penetapan Pemenang Pilpres 2019 oleh KPU, Gus Ali Sebut Masih Banyak PR yang Harus Dibenahi
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Gus Ali saat mengisi ceramah acara HUT Bhayangkara ke-73 yang dihelat Polrestabes Surabaya di Tugu Pahlawan, Minggu (30/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pasca penetapan pemenang dalam pilpres 2019 Minggu (30/6/2019) sore, Gus Ali berharap masyarakat Indonesia kembali melebur menjadi satu sebagai warga negara.

Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Lebo, Sidoarjo itu menginbau masyarakat Indonesia, terutama warga Jatim, tak lagi meneruskan dualisme kubu pilihan politik yang sempat terbentuk selama Pemilu 2019 serentak berlangsung.

"Sudah selesai, yang sudah sudah, berlajarlah dari masa lalu, hiduplah masa kini dan rencanakan masa depan," katanya setelah mengisi ceramah acara HUT Bhayangkara ke-73 yang dihelat Polrestabes Surabaya di Tugu Pahlawan, Minggu (30/6/2019).

Pilpres 2019 Usai, Bravo-5 Jatim: Jangan Intervensi Jokowi dan Minta Jatah Jabatan

Mahfud MD Tanggapi Soal Dalil Tak Beralasan Menurut Hukum dalam Sidang Putusan Sengketa Pilpres 2019

Ia tak menghendaki rakyat Indonesia kehabisan energi untuk perkara-perkara yang tak berkaitan dengan urusan kebangsaan dan kerakyatan.

"Kita jangan habiskan energi untuk hal-hal yang tak substantif," lanjutnya.

Masih banyak urusan kebangsaan lain yang berkenaan langsung dengan hajat hidup seluruh warga negara Indonesia.

"Masih banyak PR yang harus kita benahi, pembenahan ekonomi, kesehatan, kesejahteraan," katanya.

Rakyat Indonesia perlu menyisingkan lengan baju untuk mempersiapkan diri menatap masa depan bangsa ditahun 2027.

Baginya, ditahun itu Indonesia bakal menjadi satu diantara tujuh negara besar, karena memiliki modal Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah dan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten.

"Hanya tinggal dikelola, saling melengkapi, dan saling memberi, bukan saling menjatuhkan," tandasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved