Tiga Jam Didemo Akibat Dugaan Pungli, Lurah Kolpajung Sepakat Segel Tanah Pecaton

Warga Kolpajung menjalankan aksi protes di Kantor Kelurahan Kolpajung Pamekasan 3 jam lebih pada Senin (2/7/2019).

Tiga Jam Didemo Akibat Dugaan Pungli, Lurah Kolpajung Sepakat Segel Tanah Pecaton
TRIBUNMADURA.COM/Kuswanto Ferdian
Suasana saat tanah percaton di Dusun Bata-bata, Kelurahan Kolpajung, Kabupaten Pamekasan disegel, Senin (1/7/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Warga Kolpajung menjalankan aksi protes di Kantor Kelurahan Kolpajung Pamekasan  3 jam lebih pada Senin (2/7/2019). 

Protes ini terjadi akibat adanya tudingan bahwa Lurah Kolpajung Abd Asis melakukan Pungli dengan menjual  tanah Percaton ke warga.

Setelah melakukan audiensi Lurah Kolpajung, Abd Asis bersama Camat Kota Pamekasan, Saudi Rahman dan masyarakat Kolpajung sepakat untuk menyegel tanah percaton.

Saat dilakukan penyegelan, warga bersama camat membawa papan nama yang ditempelkan kertas karton berwarna merah muda dengan tulisan 'Tanah Percaton Dalam Sengketa'.

(Dituding Pungli Sewa Tanah Percaton, Lurah Kolpajung Pamekasan Didemo Warga)

Tanah yang disegel itu berlokasi di Dusun Bata-bata, Kecamatan Kota, Kelurahan Kolpajung Pamekasan.

Saat penyegelan berlangsung disaksikan oleh Camat Kota Pamekasan, Saudi Rahman, Babinsa Kelurahan Kolpajung, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kolpajung serta perwakilan dari sejumlah masyarakat setempat.

Ketika dilakukan penyegelan, Lurah Kolpajung tidak hadir ke lokasi.

Camat Kota Pamekasan, Saudi Rahman mengatakan, disegelnya tanah percaton itu dalam artian tidak boleh ada masyarakat atau siapa pun yang boleh menggunakan tanah tersebut.

"Kami segel sementara namun proses permasalahan tanah ini akan terus berjalan. Karena tanah ini masih sengketa," kata Saudi Rahman.

(Bebas Calo dan Pungli, Imigrasi Tanjung Perak Surabaya Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi)

Sedangkan, Jumai Korlap Aksi mengatakan, bahwa pihaknya akan terus mengawal permasalahan ini hingga ke ranah hukum.

"Kami melakukan protes ini atas keluhan dan aspirasi masyarakat. Akan kami kawal terus permasalahan ini hingga ke ranah hukum," tegasnya.

Sekadar diketahui, tanah yang disegel atau sedang dalam sengketa tersebut seluas 2.181 M2.

Reporter: TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

(Dituding Pungli, Lurah Kolpajung Pamekasan Diminta Turun Jabatan dan Pergi dari Desa)

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved