Dua Wanita Mengaku Makelari Kasus Teman, Saat Perkara Mandeg Pelaku Kuras Rp 801 Juta Sebagai Utang

Dua Wanita Mengaku Makelari Kasus Teman, Saat Perkara Mandeg Pelaku Kuras Rp 801 Juta Sebagai Utang.

Dua Wanita Mengaku Makelari Kasus Teman, Saat Perkara Mandeg Pelaku Kuras Rp 801 Juta Sebagai Utang
SURYA/AFLAHUL ABIDIN
Salah satu pelaku penipuan Rp 801 juta saat rilis di Mapolres Trenggalek, Selasa (2/6/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Dua perempuan mengaku makelar kasus ke temannya hingga meraup Rp 801 juta.

Dua perempuan itu, yakni Fitria Dian Hapsari (38) warga Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Trenggalek; dan Dwi Suhartatik (45) warga Desa Panggungrejo, Kecamatan Kauman, Tulungagung.

Fitria dan Dwi mengaku bisa menyelesaikan perkara yang tengah menjerat teman mereka, Ida Dwi Lestari, di Polres Trenggalek.

Ada 227 Penderita Hepatitis A di Trenggalek, Dinkes Jatim Kirim Surveilans: Ini Tak Terkait Pacitan

Pemkab Trenggalek Beri Atensi Khusus, Ada 227 Pasien Hepatitis A yang Dirawat di RSUD dr Soedomo

Pelelangan Proyek di Kabupaten Trenggalek Bakal Dimulai Tahun Depan, Mas Ipin: Ini Sifatnya Besar

Dua tahun kemudian, perkara itu akhirnya dihentikan karena tidak cukup bukti.

Kedua pelaku mengetahui dihentikannya perkara itu karena mereka juga turut terlibat. Akhirnya, Fitria dan Dwi memanfaatkan kesempatan itu. Kepada Ida, mereka mengaku bisa menghentikan kasus dengan menyetor uang tunai senilai Rp 200 juta.

"Karena tidak memiliki sejumlah uang yang diminta, korban menyerahkan satu unit mobil Toyota Rush kepada Dian dengan kalkulasi uang Rp 140 juta. Ditambah uang tunaiRp 60 juta," kata Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo, Selasa (2/7/2019).

Tak cuma itu, korban kembali meminta sejumlah uang senilai Rp 400 juta beberapa waktu kemudian. Alasannya, uang itu sebagai tambahan penyelesaian perkara.

Karena korban tak punya duit, kedua pelaku mengaku telah menalangi uang tersebut. Korban pun dianggap punya utang kepada kedua pelaku.

Waktu demi waktu, dua pelaku terus menakuti-nakuti dan menguras uang korban. Total korban sudah menyetor hingga keluar duit Rp 801 juta. Karena merasa ditipu, korban pun melapor ke polisi. Kedua pelaku akhirnya diamankan.

Didit mengatakan, polisi mengamankan beberapa alat bukti, yakni satu bandel print out rekening BCA, satu lembar rekapan penyerahan uang, tiga lembar surat keterangan pelunasan kendaraan Toyota Agya.

"Mobil Toyota Rush yang awalnya dipakai jaminan sudah dijual. Sementara mobil Agya itu dibeli secara kredit. Yang pakai pelaku, yang melunasi korban," kata Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Sumi Andana.

Pelaku dikenakan pasal 378 dan atau 372 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan dengan ancaman pidana maksimal 4 tahun penjara.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved