Empat PSK Muda Ini Menangis Saat Dirazia Satpol PP Pasuruan di Wisma, Teriak Minta Tolong ke 'Mami'

Empat PSK Muda Ini Menangis Saat Dirazia Satpol PP Pasuruan di Wisma, Teriak Minta Tolong ke 'Mami'.

Empat PSK Muda Ini Menangis Saat Dirazia Satpol PP Pasuruan di Wisma, Teriak Minta Tolong ke 'Mami'
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Satpol PP saat menggerebek sebuah wisma di Tretes. Empat PSK terjaring razia 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Empat perempuan yang diduga Pekerja Seks Komersial (PSK) menangis saat dirazia Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Selasa (2/7/2019) dinihari.

Keempatnya diciduk saat duduk menggunakan pakaian seksi di sebuah wisma di kawasan Gang Sono, Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Diduga kuat, empat perempuan yang masih muda ini sedang menunggu tamunya.

Simpan 64 Paket Sabu Dalam Dompet Toko Emas, Pria di Pasuruan Pasrah Diciduk Polisi

DPRD Pasuruan Usulkan Dibangun Rumah Deret, Dampak Dimanfaatkan Kembali Kali Mati

Wanita di Pasuruan ini Panik Terkena Gerebekan, Akhirnya Ia Bernafas Lega Bisa Dapat Gratisan

Empat PSK itu berasal dari sejumlah daerah, bahkan tidak hanya dari Pulau Jawa. Informasi yang didapatkan, keempat PSK itu berinisial OL (21) warga Purwokerto Jateng, W (20) warga Pasawahan, Lampung, DE (39) warga Kabupaten Kediri dan DR (29) Banjarnegara, Jateng.

Saat digerebek, keempat PSK ini sempat berusaha melarikan diri. Sayangnya, upaya mereka melarikan diri ini gagal, karena petugas melakukan pengejaran.

Keempatnya pun kompak menangis.

Mereka menangis di hadapan petugas seperti anak kecil yang mewek dihadapan orang tuanya. Keempatnya menangis dan teriak minta tolong ke maminya.

Mami ini adalah istilah pemilik wisma yang diduga kuat dijadikan sarang prostitusi ini.

Sayangnya, tangisan ini pun tak digubris petugas Satpol PP. Keempatnya tetap dibawa ke Mako Satpol PP di Komplek Perkantoran Raci Pemkab Pasuruan.

Dalam razia ini, Satpol PP bergerak di dua titik lokasi yakni Watu Adem dan Gang Sono.

Anjar Dollar, Kabid Operasional Satpol PP Kabupaten Pasuruan menjelaskan, pihaknya sudah mengantongi nama mami yang disebut keempat PSK yang terkena razia itu. Kata dia, inisialnya D.

"Ini masih kami kembangkan. Sebelum gerebekan, D masih ada di wisma. Dan meninggalkan wisma untuk mencari sesuatu. Pas kami gerebek, D sudah berhasil melarikan diri. Ini masih kami kembangkan," katanya.

Dijelaskan dia, keempat PSK yang terjaring operasi merupakan wajah lama. "Mereka tak pernah jerah, sudah tiga kali terjaring razia masih saja menjajankan diri. Bahkan dari empat ini, salah satunya positif terjangkit HIV," terangnya.

Ia mengaku akan memberikan efek jera untuk keempat PSK ini. Terjaring razia tiga kali tidak kapok. Maka dari itu, para PSK langsung dikirim ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan untuk mendapat pembinaan.

"Selanjutnya, pihaknya akan kordinasi dengan Dinsos Jatim, agar keempat PSK mendapat ketrampilan dan dibina disana. Kalau bisa dipulangkan ke tempat asalnya," tutupnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved