Pemprov Jawa Timur Butuh Investasi Rp 4,9 Triliun untuk Kuatkan SPAM Umbulan

Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menggodok rencana mengubah Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) menjadi perseroan daerah PT Air Bersih.

Pemprov Jawa Timur Butuh Investasi Rp 4,9 Triliun untuk Kuatkan SPAM Umbulan
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai meninjau Stadion Surajaya Lamongan sebagai salah satu venue Porprov VI Jatim 2019. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menggodok rencana mengubah Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) menjadi perseroan daerah PT Air Bersih (PTAB).

Ini lantaran kebutuhan penambahan kapasitan untuk meningkatkan jangkauan layanan air bersih ke warga Jawa Timur yang membutuhkan investasi dana yang sama sekali tidak sedikit.

Bagimana tidak, dalam penguatan jalur sistem penyediaan air minum (SPAM) Umbulan saja, dibutuhkan dana sekitar Rp 4,9 triliun.

Jika masih berbentuk perumda, maka kebutuhan permodalan tentu sangat mebebankan APBD.

Pemprov Jawa Timur Bakal Hapus Retribusi di Bandara Abdulrachman Saleh Malang

Meski Kembali Gagal Finis di MotoGP 2019, Valentino Rossi Sebut Dirinya Pembalap Terbaik Yamaha

Namun jika diubah menjadi perseroan daerah, maka permodalan bisa ditutup dengan berbagai macam cara, baik dalam bentuk pinjaman, maupun kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

Sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat di DPRD Jawa Timur, Selasa (2/7/2019).

Khofifah Indar Parawansa mengatakan, setidaknya dibutuhkan investasi hampir Rp 5 triliun untuk menguatkan SPAM Umbulan.

"Perubahan PDAB ke Perseroda itu sebenarnya karena kita membutuhkan investasi cukup besar. Sekitar Rp 4,9 triliun untuk bisa menguatkan manajemen dari jalur SPAM Umbulan," kata Khofifah.

Gubernur Khofifah Nasehati Risma Prioritas Recovery Kesehatan, Baru Bisa Kunjungan Kerja ke New York

Dari Osaka Presiden Jokowi Hadiri Pernikahan Putri Khofifah, Iriana Doakan Khofifah Cepat Dapat Cucu

Jalur Umbulan ini cukup strategis lantaran akan melayani sebnyak 1,3 juta warga Jawa Timur yang ada di lima kabupaten kota, yaitu Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan kabupaten dan kota, serta Gresik.

Investasi yang besar tersebut dikatakan Khofifah bisa dilakukan dalam dua cara, yakni dalam bentuk kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) atau dalam bentuk business to business (B to B).

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved