Perbankan & BPR Torehkan Rekor Posistif Pertumbuhan Ekonomi Jatim, OJK Komitmen Kembangkan Investasi

ndustri perbankan utamanya BPR mencatatkan rekor positif, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jatim terus beri pertumbuhan investasi.

Perbankan & BPR Torehkan Rekor Posistif Pertumbuhan Ekonomi Jatim, OJK Komitmen Kembangkan Investasi
ISTIMEWA/TRIBUN JATIM
Evaluasi Kinerja BPR periode Semester I tahun 2019 dan Workshop Penerapan Manajemen Risiko BPR yang diadakan oleh OJK Regional 4 Jatim di Hotel Ketapang Indah Banyuwangi, Senin (1/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Industri perbankan utamanya BPR mencatatkan rekor positif, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jatim terus beri pertumbuhan investasi.

Disampaikan Kepala OJK Regional 4 Jatim Heru Cahyono, industri perbankan di Jawa Timur menorehkan rekor positif selama 2019.

Di tengah ketidakpastian global, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur berhasil menandingi tingkat pertumbuhan ekonomi nasional. Satu di antara sektor yang paling berjasa adalah BPR.

"Pangsa aset BPR konvensional terhadap industri perbankan di Jawa Timur mencapai 2,36 persen, sedangkan pangsa DPK sebesar 1,67 persen dan kredit 2,13 persen. Meskipun pangsa BPR konvensional relatif rendah namun mencatatkan pertumbuhan volume usaha yang baik," jelas Heru Cahyono.

Kepala OJK Sebut Investasi Jadi Penopang Utama Pertumbuhan Ekonomi Jatim, Perbankan BPR Termasuk

OJK Regional 4 Jatim Gelar Evaluasi, Bongkar Potensi & Tantangan Indonesia di Kancah Internasional

Berdasarkan laporan tersebut, Heru menjelaskan tingkat kepercayaan masyarakat Jatim terhadap perbankan utamanya BPR masih terjaga dengan baik.

Namun, Industri BPR ini dihadapkan pada berbagai macam tantangan dengan tingkat kompetisi yang semakin ketat dan kompleks.

Seperti berkembangnya perusahaan fintech atau pinjaman online yang memanfaatkan teknologi dalam menawarkan produk dan layanannya.

Meski begitu, Heru Cahyono menegaskan OJK Regional 4 Jatim akan tetap mendorong pertumbuhan kredit industri BPR di Jawa Timur."Pastinya tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian," kata Heru, Senin (1/7/2019).

Heru Cahyono meminta agar BPR mampu lebih adaptif dan kreatif dalam mengembangkan produk dan layanan kepada masyarakat dengan memanfaatkan teknologi yang didukung SDM yang kompeten.

"Industri BPR di Jawa Timur diharapkan dapat berperan aktif dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur terutama pada sektor UMKM," harapnya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved