Terdakwa Kasus Kosmetik Ilegal Disidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Sang Ibu Dimintai Kesaksian

Terdakwa Karina Indah Lestari kembali jalani sidang atas kasus kosmetik ilegal yang meng-endorse sejumlah artis ibu kota.

Terdakwa Kasus Kosmetik Ilegal Disidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Sang Ibu Dimintai Kesaksian
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Terdakwa Karina Indah Lestari (baju putih) saat mendengarkan kesaksian ibunya sendiri di Pengadilan Negeri Surabaya atas kasus kosmetik ilegal. Rabu, (3/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Terdakwa Karina Indah Lestari kembali jalani sidang atas kasus kosmetik ilegal yang meng-endorse sejumlah artis ibu kota.

Karina selama ini tidak ditahan di dalam sel. Dia hadir ke Pengadilan Negeri Surabaya sambil menutup sebagian wajahnya dengan jaket hitam pada Rabu (3/7/2019).

Dalam agenda sidang mendengarkan saksi ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Winarko memanggil Sri Utami yang tak lain adalah ibu Karina.

Sebelum Sri disumpah, hakim menawari Sri apakah masih mau menjadi saksi.

(Terkait Kosmetik Ilegal, Kejati Jatim: Kami Tunggu Pelimpahan Tersangka dan Barang Bukti Tahap 2)

"Karena saksi memiliki hubungan darah dan bersaksi untuk anak kandungnya, boleh membatalkan menjadi saksi. Karena bisa memperberat hukuman nanti," kata salah satu anggota majelis hakim.

Mendapat tawaran ini, Sri Utami memastikan tetap mau jadi saksi, meski kesaksiannya bisa memberatkan tuntutan putrinya sendiri.

Sri Utami mengaku usaha dari anaknya ini berdiri sejak dua tahun lalu. Dia berperan hanya memindahkan merk saja.

"Ya cuma mindah-mindah merk lain ke merk terkenal," ucapnya, Rabu, (3/7/2019).

Nama dari merk kosmetik tersebut bernama Orkain. Sri berdalih sebenarnya kosmetiknya telah memiliki izin.

"Akan tetapi bukan merk terkenal," terangnya.

(Kurir Kosmetik Ini Nekat Gadaikan Mobil Rental Untuk Bayar Utang, Diciduk Polrestabes Surabaya)

Saat ditanya oleh majelis apakah ada bahan lain selama pengemasan, Sri mengaku tidak ada hanya mengemas saja. Hal itu ditegaskan juga oleh kuasa hukumnya Zakia Rahma.

"Memang ada izinnya, cuma waktu itu BPOM mengeluarkan izin untuk merk yang lama," terangnya.

Atas perbuatannya JPU Winarko menjerat terdakwa dengan pasal 197 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.

(Terkait Kosmetik Ilegal, Kejati Jatim: Kami Tunggu Pelimpahan Tersangka dan Barang Bukti Tahap 2)

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved