30 Tahun Tidak Punya Buku Nikah, Pasutri Ini Lega Setelah Ikuti Nikah Massal di Kejari Pasuruan

Nawi dan Sumiati tampak lega pasca prosesi akad nikahnya berjalan lancar di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan, Kamis (4/7/2019) pag

30 Tahun Tidak Punya Buku Nikah, Pasutri Ini Lega Setelah Ikuti Nikah Massal di Kejari Pasuruan
(Surya/Galih Lintartika)
Nawi dan Sumiati saat ikut nikah massal di Kejari Kabupaten Pasuruan. 

 TRIBUNJATIM.COM,PASURUAN - Nawi dan Sumiati tampak lega pasca prosesi akad nikahnya berjalan lancar di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan, Kamis (4/7/2019) pagi.

Keduanya merupakan pasangan suami istri (pasutri) yang sudah 30 tahun tidak punya buku nikah.

Sebab, selama ini keduanya nikah secara siri. Selain itu, saat menikah, undang - undang nikah belum ada. Undang - undang nikah baru ada di tahun 1974. Keduanya menikah di tahun 1970. Saat ini, usia mereka sudah memasuki usia keemasan.

Nawi berusia 69 tahun dan Sumiati 50 tahun. Keduanya dikaruniai dua anak dan empat cucu.
"Dulu belum ada nikah resmi. Jadi nikahnya ya siri, tidak ada bukunya. Dan kesulitan mau mengurus apa - apa susah," kata Nawi kepada Surya.

Nawi mengaku kesulitan mengurus surat - surat anak dan cucunya sekarang karena tidak memiliki buku nikah. Maka dari itu, begitu mendengar ada nikah massal ini, ia pun langsung berniat untuk mendaftarnya.

"Saya ingin diakui sama negara pernikahan kami ini. Makanya, saya ingin nikah resmi di sini. Senang, saya bisa punya buku nikah sekarang," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Nawi pun mengaku lega setelah sukses mengucapkan akad nikah. Sebelumnya, ia jujur gemetar dan deg - degan sebelum nikah. Meskipun, ia menyadari usianya pun tak lagi muda.

"Saya khawatir salah menyampaikannya. Makanya saya grogi sekali. Tapi untung, semuanya berjalan lancar dan tidak ada kendala," tambahnya kepada Tribunjatim.com.

Elma Theana Marah Adik Ipar Dituduh Bau Ikan Asin hingga Tulis Pesan untuk Galih Ginanjar

Berawal dari Iseng, Pemuda Asal Gresik ini Bikin Jam Digital Masjid, Hasilkan Puluhan Juta

Daftar Artis Indonesia yang Masuk Nominasi 100 Wanita Tercantik di Dunia 2019 Versi TC Candler

Hari ini, Kejari Kabupaten Pasuruan menggelar nikah massal yang diikuti oleh 39 pasangan suami istri. Nikah massal ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bakti Adhyaksa ke - 59 dan HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) ke - 19.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur Sunarta dan jajarannya. Ada juga Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf dan jajarannya, termasuk sejumlah Kajari dari beberapa seperti Sidoarjo, Kota Pasuruan, Mojokerto, Surabaya dan Tanjung Perak.

Kajari Kabupaten Pasuruan Muh Noor mengatakan, nikah massal ini diselenggarakan dalam rangka hari bakti adhyaksa ke-59, dan IAD ke-19. Selain itu, untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan nikah yang sah dalam agama dan negara.

"Kami ingin memberikan pelayanan dan bakti terhadap masyarakat. Semoga, yang ikut nikah massal ini, bisa menjadi keluarga yang penuh keberkahan, sakinah, mawaddah, warohmah," tutupnya. (lih/Tribunjatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved