Bahaya Asap Pembakaran Sampah Plastik, Bisa Timbulkan Kepikunan Hingga Gangguan Janin

Dekan Universitas Airlangga Angkat bicara terkait temuan Industri Tahu di Krian Sidoarjo yang Gunakan Sampah Plastik sebagai Bahan Bakar

Bahaya Asap Pembakaran Sampah Plastik, Bisa Timbulkan Kepikunan Hingga Gangguan Janin
Istimewa
Dekan Unair Fakultas Sains dan Teknologi, Prof. Win Darmanto saat ditemui TribunJatim.com, Kamis (4/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Asap pembakaran sampah plastik timbulkan senyawa dioksin. Senyawa ini ternyata beracun yang tak terlihat serta tak berbau.

Bila tubuh manusia terpapar senyawa tersebut terlalu lama maka dapat membuat penyakit degeneratif datang lebih awal bagi manusia.

Dekan Universitas Airlangga (Unair) Fakultas Sains dan Teknologi, Prof. Win Darmanto mengatakan penyakit degeneratif seperti alzheimer demensia (pikun) akan lebih cepat datang.

"Tidak hanya itu, ibu hamil juga bisa mengalami gangguan pertumbuhan janin. Sebabkan cacat fisik bagi bayi," ujarnya kepada TribunJatim.com, Kamis (4/7/2019).

(Kisah Pemulung di TPA Supit Urang Malang, 12 Tahun Kerja di Tumpukan Sampah & Temukan Uang Rp 3 Juta)

Darmanto menyatakan. sampah plastik tidak boleh dibakar secara sembarangan.

"Seharusnya sampah plastik dibakar menggunakan tungku yang tertutup bertekanan tinggi. Dan asap hasil pembakaran plastik ini jangan sampai keluar yang dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan sekitar," terangnya.

Ia juga menyarankan agar sampah plastik jangan digunakan sebagai bahan bakar industri.

"Gunakan saja kayu bakar atau gas. Meski terbilang mahal namun dari sisi kesehatan lebih aman," tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melihat kondisi industri tahu di Desa Tropodo, Krian, Sidoarjo, Rabu (3/7/2019).

Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, pihaknya sengaja datang karena mendapat laporan adanya sampah plastik impor yang dijadikan sebagai bahan bakar industri tahu.

"Sebetulnya sampah plastik digunakan sebagai bahan bakar tidak ada masalah. Dan itu sebagai alternatif untuk penanganan sampah agar tidak terbuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)," ujarnya kepada TribunJatim.com.

(DLHK Kabupaten Sidoarjo Siapkan Regulasi Pembatasan Pemanfaatan Plastik Buat Tekan Jumlah Sampah)

Namun ia menjelaskan, pengendalian pencemarannya itu yang perlu diatur dan diperhatikan. Karena efek pembakaran sampah plastik berbahaya untuk lingkungan.

"Kita melihat kemungkinan ada residu sampah yang terpilah yang digunakan disini (industri tahu Desa Tropodo, Krian) namun masih perlu kita dalami. Karena kita juga baru pertama kali datang," tandasnya.

(Kisah Pemulung di TPA Supit Urang Malang, 12 Tahun Kerja di Tumpukan Sampah & Temukan Uang Rp 3 Juta)

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved