Harga Garam di Sumenep Anjloknya, Serapan Minim, Begini Tanggapan PT Garam Kalianget

Para petambak alias petani garam di wilayah Sumenep, Madura ini sudah mulai panen. Namun sayangnya, justru harga garam semakin anjlok dua tahun

Harga Garam di Sumenep Anjloknya, Serapan Minim, Begini Tanggapan PT Garam Kalianget
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Salah satu petani garam sedang mengangkut garam di Desa Karanganyar, Kecamatan Kalianget Sumenep. Rabu (26/6/2019) 

 TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Para petambak alias petani garam di wilayah Sumenep, Madura ini sudah mulai panen. Namun sayangnya, justru harga garam semakin anjlok dua tahun terahir ini.

H. Ubaed, juru bicara petambak garam Sumenep tiga hari yang lalu menyampaikan, yang membuat para petambak cemas tak hanya anjlok.

Bahkan memurut dia, penyerapan garam oleh perusahaan sampai saat ini belum juga ada kejelasan.

"Sisa produksi garam musim lalu di Sumenep saat ini masih sekitar 20 ribuan ton yang belum terserap, semmentara petambak sekarang sudah mulai panin," kata Ubaed, setelah melakukan audensi di ruang Komisi II DPRD Sumenep pada Selasa (2/7/2019) lalu.

Ditempat terpisah, Humas PT Garam (Persero) Kalianget, Fathurrahman menyampaikan terkait kepastian penyerapan dan harga garam yang semakin anjlok.

"Harga garam harus dicapai atau disepakati harga capai, artinya perlu turun tangan Pemerintah untuk menetapkan harga dasar atau wajar," katanya pada TribunMadura.com. Kamis (4/7/2019).

Harga Garam di Sumenep Anjlok, Hanya Rp 300 Ribu Per Ton, Begini Harapan Petani Garam

Profil-Biodata Grace Natalie, Ketua Umum PSI yang Pernah Tuai Prestasi dalam Dunia Jurnalistik

752 Jamaah Calon Haji (JCH) Sumenep 2019, Berikut Jadwal Pemberangkatan ke Tanah Suci Mekkah

Menurut Fathurrahman, pada prinsipnya PT Garam (Persero) Kalianget sama dengan petani garam, berharap harga garam tidak terdistorsi dan tetap berada pada harga yang wajar.

"Artinya harga yang bagus akan menggairahkan petani untuk terus meningkatkan budidaya garam, sehingga pada gilirannya produksi nasional akan meningkat dan swasembada garam nasional dapat terwujud," paparnya kepada Tribunjatim.com.

Sementara penyerapan PT Garam diawal 2019 kata dia, sudah sampai 3.750 ton sudah melebihi dari kuota ploting spase gudang yang ada.

"Jadi sebenarnya upaya yang harus dilakukan atas anjloknya harga garam lokal itu harus adanya kebijakan penetapan harga yang diatur oleh Pemerintah, dan sebagai bahan pertimbangan pula harga pasar sangat ditentukan oleh supply dan demad alis ketersediaan barang dan kebutuhan," katanya.(Ali Syahbana/Tribunjatim.com)

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved